Ali Larijani bantah Iran dorong negosiasi dengan AS

Selasa, 03 Maret 2026

image

TEHERAN - Ali Larijani membantah laporan media Amerika Serikat yang menyebut Teheran mendorong dimulainya kembali perundingan nuklir dengan Washington di tengah berlanjutnya serangan Israel dan AS ke Iran.Seperti dikutip Aljazeera, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran itu menegaskan negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Dalam unggahannya di platform X pada Senin, ia menyatakan, “Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.”

Pernyataan itu muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan Larijani disebut mengupayakan jalur dialog melalui mediator Oman, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu.

Dalam unggahan terpisah, Larijani juga menuding Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan. Ia menyebut slogan “America First” telah berubah menjadi “Israel First” dan menuduh Trump mengorbankan tentara Amerika demi ambisi Israel.

Menurutnya, para prajurit AS dan keluarga mereka yang akan menanggung dampaknya, sementara Iran akan terus membela diri.

Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi sedikitnya tiga personel militer AS tewas dalam operasi terhadap Iran pada Minggu, dengan lima lainnya mengalami luka serius.

Serangan AS dan Israel berlanjut pada Senin, memasuki hari ketiga kampanye militer yang menurut Trump bertujuan menggulingkan pemerintahan Iran.

Teheran merespons dengan menargetkan aset-aset AS di Timur Tengah, memicu kekhawatiran meluasnya perang kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Dewan Keamanan PBB, mengecam pembunuhan Khamenei sebagai “aksi teror pengecut” dan menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dari Washington DC, jurnalis Rosiland Jordan melaporkan adanya pesan yang saling bertentangan dari pemerintahan Trump terkait kemungkinan jalur diplomasi.

Di satu sisi, presiden sempat membuka peluang negosiasi, namun di sisi lain kampanye militer disebut bisa berlangsung berminggu-minggu hingga seluruh target tercapai.

Penjelasan lebih lanjut diperkirakan akan disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine dalam konferensi pers.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga dijadwalkan memberi pengarahan kepada anggota parlemen di Capitol Hill mengenai intelijen yang melatarbelakangi keputusan perang terhadap Iran. (DK)