Qatar hentikan ekspor LNG terbesar, harga gas Eropa melonjak

Selasa, 03 Maret 2026

image

JAKARTA - Harga gas Eropa melonjak tajam setelah Qatar menghentikan produksi di fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia akibat serangan drone Iran.

Seperti dikutip Finance Yahoo, pabrik Ras Laffan milik QatarEnergy yang menyumbang sekitar seperlima pasokan LNG global terpaksa berhenti beroperasi.

Penghentian yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi dan mengguncang pasar global.

Kontrak gas acuan Eropa di TTF Belanda melonjak hingga 54%, kenaikan terbesar sejak krisis energi 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Pengiriman LNG dari Timur Tengah juga terganggu karena kapal tanker menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

QatarEnergy dilaporkan menyatakan force majeure, yang memungkinkan perusahaan menunda pengiriman tanpa penalti akibat kondisi di luar kendali. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan besar di fasilitas tersebut, namun pasar fokus pada berapa lama gangguan akan berlangsung.

Presiden AS Donald Trump menyebut kampanye pengeboman terhadap Iran bisa berlangsung berminggu-minggu. Sementara itu, Uni Emirat Arab dan Qatar dikabarkan melobi sekutu agar operasi militer terhadap Iran tidak berkepanjangan.

Menurut analis di Goldman Sachs Group, jika pelayaran di Selat Hormuz terhenti selama sebulan, harga gas Eropa bisa melonjak lebih dari dua kali lipat.

Bahkan peningkatan produksi LNG Amerika Serikat dinilai belum cukup untuk menggantikan pasokan Qatar dalam jangka pendek.

Tekanan pasar juga bertambah setelah Israel menutup sementara sejumlah ladang gasnya, termasuk Leviathan, memaksa Mesir mencari tambahan kargo LNG.

Ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah memperbesar risiko lonjakan harga energi global di tengah rendahnya cadangan gas Eropa menjelang musim dingin (DK)