Danantara dan INA tanam modal US$200 juta di pabrik CA-EDC milik TPIA
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA – Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) telah menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk proyek pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Danantara dan INA sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk proyek pabrik CA-EDC tersebut pada Juni 2025.
“Perjanjian ini [CSSA] menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon, Banten yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group,” ujar manajemen dalam siaran pers, Selasa (3/3).
Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal, dengan total nilai investasi sebesar US$200 juta.
Pabrik CA-EDC tersebut dikelola oleh anak usaha TPIA, PT Chandra Asri Alkali, dan merupakan proyek strategis nasional (PSN) bernilai total US$800 juta, dan diproyeksikan akan mulai beroperasi pada kuartal I 2027 mendatang.
“Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri,” lanjut manajemen.
Sebagai catatan, soda kaustik – produk hasil proses chlor alkali – digunakan sebagai bahan baku produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas, sedangkan EDC merupakan bahan baku utama dalam industri konstruksi dan pengemasan.
Pembangunan pabrik CA-EDC fase I akan menghasilkan kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton soda kaustik kering dan 500.000 ton EDC, yang diharapkan dapat menghemat impor CA hingga Rp4,9 triliun per tahun.
Sementara itu, EDC yang diproduksi juga berpotensi menambah devisa negara hingga Rp5 triliun per tahun.
“Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia,” tegas Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia.
Sementara itu, Eddy Porwanto, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan mandat investasi jangka panjang INA untuk “menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.”
Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO TPIA, menyambut baik dukungan dari dua lembaga investasi negara tersebut. “Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini,” tutupnya. (ZH)