Trump sebut serangan Iran ke negara Arab jadi kejutan terbesar
Selasa, 03 Maret 2026

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengungkapkan “kejutan terbesar” dalam perang melawan Iran adalah langkah Teheran menyerang sejumlah negara Arab, termasuk Bahrain, Jordan, Kuwait, Qatar, dan United Arab Emirates.Menurutnya, serangan itu memaksa negara-negara tersebut terlibat dalam konflik yang semula ingin mereka hindari, mengutip dari Newsweek.Dalam wawancara dengan CNN, Trump mengatakan pemerintah negara-negara Arab sebelumnya memperkirakan Amerika Serikat akan menangani situasi tanpa keterlibatan besar dari mereka. Namun setelah menjadi sasaran, negara-negara itu kini disebutnya “bertarung secara agresif.”“Mereka tadinya hanya sedikit terlibat, sekarang mereka justru bersikeras untuk ikut,” ujar Trump.Ia menambahkan, para pemimpin kawasan yang dikenalnya sebagai sosok “tangguh dan cerdas” tersulut kemarahan setelah Iran diduga menyerang lokasi sipil seperti hotel dan apartemen.Trump juga menyinggung ambisi nuklir Iran yang telah lama membayangi kawasan dan memicu ketidakstabilan. Ia menilai selama ancaman itu ada, perdamaian sulit tercapai.Amerika Serikat dan Israel menyatakan serangan mereka ditujukan untuk melumpuhkan program nuklir dan rudal Iran yang dianggap sebagai ancaman langsung bagi keamanan regional.Trump menuduh Teheran menolak berbagai peluang untuk mengekang ambisi nuklirnya. Sementara itu, pejabat AS menyebut operasi militer difokuskan pada peluncur rudal, fasilitas penyimpanan, dan infrastruktur militer Iran serta sekutunya.Iran membantah tengah mengembangkan senjata nuklir dan menyebut program rudalnya bersifat defensif.Namun pemerintah Barat memandang program nuklir dan rudal balistik Teheran sebagai faktor destabilisasi, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi saling serang di kawasan.Militer AS pada Senin mengumumkan dua personel tambahan tewas dalam operasi melawan Iran, sehingga total korban tewas di pihak Amerika menjadi enam orang.Komando Pusat AS menyatakan jenazah dua personel yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan di fasilitas yang diserang pada tahap awal serangan Iran.Identitas keduanya belum diumumkan hingga keluarga diberi pemberitahuan resmi.Menurut Bulan Sabit Merah Iran, sedikitnya 555 orang tewas di Iran sejak dimulainya kampanye militer AS-Israel, dengan serangan dilaporkan terjadi di lebih dari 130 kota.Otoritas Israel melaporkan 11 kematian di wilayahnya, sementara pejabat di Lebanon menyebut 31 orang tewas di negara tersebut.Iran secara luas dinilai memiliki arsenal rudal balistik terbesar di Timur Tengah.Pejabat militer AS sebelumnya memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 rudal balistik, meski jumlah itu diyakini berkurang akibat serangan terbaru dan peluncuran rudal.Pejabat Israel memperkirakan stok yang tersisa kini sekitar 1.500 unit. Arsenal tersebut mencakup rudal jarak pendek dan menengah yang mampu menjangkau Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. (DK)