Kim Ju Ae muncul sebagai calon pewaris tahta Korea Utara
Selasa, 03 Maret 2026

PYONGYANG - Spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan di North Korea kembali mencuat setelah putri remaja Kim Ju Ae semakin sering tampil di ruang publik mendampingi ayahnya, Kim Jong Un.
Dalam kongres partai yang digelar lima tahunan, perhatian biasanya tertuju pada pesan Pyongyang kepada Seoul dan Washington, terutama terkait program nuklirnya.
Seperti dikutip BBC, namun kali ini sorotan justru mengarah pada kemungkinan penunjukan Kim Ju Ae sebagai penerus.
Meski tidak ada pengumuman resmi atau konfirmasi tegas, badan intelijen Korea Selatan sebelumnya menyampaikan kepada parlemen bahwa Kim diyakini telah memilih putrinya sebagai ahli waris, bahkan disebut telah melibatkannya dalam pembahasan kebijakan.
Kim Ju Ae pertama kali muncul di media pemerintah pada 2022 saat mendampingi ayahnya meninjau uji coba rudal. Sejak itu, kehadirannya semakin menonjol.
Media negara menyebutnya dengan gelar terhormat yang biasanya diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi, memicu spekulasi bahwa kultus personalitas sedang dibangun untuknya.
Analis di Institut Sejong, Cheong Seong-chang, menilai penempatan Kim Ju Ae di pusat pemberitaan dan kedekatannya dengan militer menjadi sinyal kuat bahwa ia dipersiapkan sebagai penerus.
Ia beberapa kali terlihat meninjau pasukan dan persenjataan, bahkan duduk di barisan utama saat parade militer, dengan para jenderal senior tampak berbicara langsung kepadanya.
Mengingat kekuasaan Kim Jong Un bertumpu pada kendali militer, citra sebagai figur yang memahami pertahanan dianggap krusial bagi calon pemimpin.
Meski demikian, banyak hal tentang Kim Ju Ae masih misterius. Pemerintah tidak pernah secara resmi mengumumkan nama maupun usianya.
Keberadaannya pertama kali terungkap ke publik setelah mantan bintang basket AS Dennis Rodman menyebut namanya usai berkunjung ke Pyongyang pada 2013. Ia diyakini berusia sekitar 13 tahun berdasarkan perkiraan intelijen.
Di sisi lain, keraguan tetap ada. Mantan diplomat Korea Utara yang membelot, Ryu Hyun-woo, menilai kecil kemungkinan seorang perempuan memimpin negara tersebut.
Ia menekankan bahwa hukum dan tradisi politik negara itu mensyaratkan pemimpin berasal dari garis keturunan Paektu, yakni keturunan langsung pendiri negara, Kim Il Sung.
Sejauh ini tidak ada tanda-tanda serius bahwa Kim Jong Un mengalami masalah kesehatan yang mendesak suksesi cepat.
Namun sebagian analis menilai kemunculan awal Kim Ju Ae bisa menjadi upaya mencegah krisis perebutan kekuasaan di masa depan. (DK)