Kalangan berduit eksodus dari Dubai, harga sewa jet pribadi melonjak
Selasa, 03 Maret 2026

DUBAI – Kalangan berduit di kawasan Teluk dilaporkan rela merogoh kocek minimal US$350.000 demi bisa keluar dari dari Timur Tengah menggunakan jet pribadi, di tengah eskalasi konflik dan gempuran rudal yang kian memanas.
Seperti dikutip nypost.com (02/03/2026) dari laporan Semafor, para elite yang bermukim di Dubai dan Abu Dhabi kini dilaporkan panik menghubungi perusahaan keamanan swasta untuk mencari rute pelarian darurat, bahkan dalam hitungan jam.
Kepanikan masif ini pecah tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran pada akhir pekan lalu, yang kemudian memicu serangan balasan ke berbagai wilayah strategis di kawasan.
Rute keluar dari zona konflik tersebut ternyata tidaklah mudah, apalagi murah. Sejumlah miliarder bahkan bersedia membayar ratusan ribu dolar hanya untuk dievakuasi melalui jalur darat selama sekitar 10 jam menuju Arab Saudi, sebelum akhirnya dapat menyewa jet pribadi menuju Eropa.
“Arab Saudi adalah satu-satunya pilihan nyata bagi orang-orang yang ingin keluar dari kawasan ini sekarang,” ujar Ameerh Naran, CEO Vimana Private, agen jet pribadi.
Lonjakan permintaan yang sangat mendadak ini membuat biaya sewa jet pribadi ke Eropa melonjak tajam, dengan tarif tertinggi menembus US$350.000 per penerbangan.
Ian McCaul dari firma keamanan Alma Risk yang berbasis di Inggris mengatakan klien mereka, mulai dari keluarga, individu ultra-kaya, hingga perusahaan dan eksekutif keuangan global, meminta evakuasi segera. Alasan utamanya beragam, mulai dari ketakutan atas keselamatan jiwa hingga tekanan operasional dan bisnis internasional.
Kepanikan kaum elite ini memuncak setelah Dubai, yang selama ini dikenal sebagai safe haven bagi pengusaha ultra-kaya dan pemengaruh asing, turut terdampak serangan balasan Iran pada Sabtu lalu.
Rekaman mencekam yang beredar luas memperlihatkan hotel mewah Fairmont The Palm dilalap api setelah puing-puing rudal udara, yang berhasil dicegat pasukan UEA, jatuh di area depan gedung.
Pada saat bersamaan, media sosial dibanjiri video para influencer yang merekam jejak asap rudal dan drone melintas di langit kota, memperkuat kesan bahwa konflik kini benar-benar menyentuh pusat-pusat ekonomi kawasan.
Rangkaian eskalasi militer berkode Operasi Epic Fury ini diperintahkan setelah Presiden Donald Trump berulang kali memperingatkan Teheran atas penolakan mereka membongkar program nuklirnya, menyusul negosiasi berminggu-minggu yang berakhir buntu. (SF)
Terkait: Gempuran rudal Iran ancam reputasi Dubai sebagai safe haven