Jelang spin-off, BTN Syariah catat laba sebesar Rp401 miliar
Kamis, 28 Agustus 2025

JAKARTA - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp401 miliar pada semester satu 2025.
Capaian ini tumbuh 8,3% secara tahunan atau dibandingkan semester satu 2024, yang mencapai Rp370 miliar. Direktur Utama BBTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut diraih di tengah proses akhir pemisahan (spin-off) BTN Syariah menjadi Bank Umum Syariah (BUS). “BTN Syariah telah memasuki era baru seiring proses spin-off yang ditandai dengan perubahan nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) melalui penggabungan dengan Bank Victoria Syariah sebagai perusahaan cangkang,” ujar Nixon dalam keterangannya, Rabu (27/8). Hingga akhir Juni 2025, aset BTN Syariah tumbuh 18,0% menjadi Rp65,56 triliun, naik dari Rp55,54 triliun pada periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang ekspansi pembiayaan yang mencapai Rp48,46 triliun, meningkat 17,0% yoy dari Rp41,41 triliun di semester I 2024. Tingkat kepercayaan masyarakat juga terus menguat. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh BTN Syariah mencapai Rp55,23 triliun per Juni 2025, naik 19,8% dari Rp46,09 triliun pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan kinerja positif BTN Syariah, laba bersih BBTN juga tumbuh 13,6% secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun pada semester I 2025, seperti dilaporkan IDNFinancials.com sebelumnya. Pertumbuhan itu ditopang lonjakan pendapatan bunga kredit yang mencapai 23,5% menjadi Rp18,50 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya bunga yang hanya 2,3%. (DK/KR)