Proyek retrofit tuntas, BREN bidik kapasitas pembangkit 1 GW
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA - Emiten energi terbarukan (EBT) milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), mencatat total kapasitas pembangkit panas bumi terpasang telah mencapai 926 megawatt (MW), mendekati target 1 GW.
Jumlah kapasitas terpasang itu termasuk hasil pengembangan proyek retrofit di pembangkit Wayang Windu Unit 1 dan 2 pada awal 2026, yang dikerjakan oleh anak usaha BREN yaitu Star Energy Geothermal. Proyek retrofit ini mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit.
Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma, dan peralatan bantu terkait; penggantian satu set lengkap menara pendingin, termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer; serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Sementara untuk Unit 2, proyek ini mencakup penggantian rotor turbin uap, diafragma, dan peralatan bantu terkait; penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin; serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur BREN, mengatakan ekspansi berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia.
“Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju net-zero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik baseload yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).
Dengan tuntasnya proyek di pembangkit Wayang Windu, BREN menargetkan total kapasitas terpasang di seluruh pembangkitnya bisa mencapai 1 GW. Tambahan kapasitas ini akan diperoleh dari sejumlah proyek baru di pembangkit Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan Darajat Unit 3.
Selain itu, BREN juga menargetkan tambahan kapasitas terpasang 79 MW dari pembangkit listrik tenaga bayu.
Dari sisi kinerja saham, sejak awal tahun 2026, harga saham BREN merosot hingga 21,71% ke level Rp7.575 per lembar. Dalam lima hari terakhir saja, saham BREN turun 7,90% dan dalam sebulan turun 2,57%. (DK/KR)