Perkuat CKPN Grup OTO, laba SMBC Indonesia terpangkas 82% di 2025
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) tercatat membukukan laba bersih menyusut drastis hingga 82% secara tahunan pada akhir Desember 2025 menjadi Rp505,6 miliar dari Rp2,8 triliun pada akhir 2024 lalu.
Padahal, kredit SMBC Indonesia masih tumbuh 3,3% menjadi Rp185,4 triliun, didorong kinerja beberapa segmen.
“Seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5% dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3%,” ujar manajemen dalam siaran resminya, Selasa (3/3).
Sebagai catatan, anak usaha Perseroan di bidang perbankan syariah, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), mencatatkan penyaluran pembiayaan Rp10,35 triliun – atau setara 5,6% dari total kredit konsolidasian.
Hal ini turut membantu kinerja pendapatan bunga bersih SMBC Indonesia naik 4,6% menjadi Rp15,9 triliun, dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 7,0%.
Namun, beban operasional membengkak signifikan akibat pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).
Berdasarkan informasi dalam siaran resmi Perseroan, SMBC Indonesia memang tengah memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama di anak perusahaan, yaitu Grup OTO.
“Kenaikan CKPN secara konsolidasi merupakan upaya kita sebagai PIKK (Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan) untuk senantiasa meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia.
Di sisi lain, penyaluran kredit juga diimbangi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8% menjadi Rp131 triliun, dengan Current Account Saving Account (CASA) atau dana murah melesat 16,7% menjadi Rp53,2 triliun.
Dengan demikian, rasio CASA berada di level 40,6%.
Sebagai catatan, loan-to-deposit ratio (LDR) SMBC Indonesia berada di level 124,1%. Namun, Perseroan menegaskan bahwa rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi masih aman di angka 29,3% – meski hanya sedikit di atas rata-rata industri sebesar 25,9%.
Di sisi lain, gross non-performing loan ratio secara konsolidasi berada di level 2,6% pada akhir Desember 2025.
Per akhir Desember 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tumbuh 2% menjadi Rp245,9 triliun. (ZH)