Prioritaskan Internet Rakyat, WIFI siap alihkan dana rights issue
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge merevisi rencana penggunaan dana yang didapat dari Penerbitan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue Juli lalu.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (3/3), WIFI akan mengalihkan Rp5,89 triliun dana rights issue kepada PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang kemudian akan digunakan untuk setoran modal pada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP).
Sebagai catatan, TKP diketahui sebagai penyelenggara proyek 5G FWA 1,4 GHz atau yang lebih dikenal dengan Internet Rakyat (IRA).
Berikut alokasi lebih detail:
Dana untuk pengadaan perangkat pada poin I diproyeksi akan digelontorkan bertahap hingga kuartal 4 2027, sedangkan biaya IPFR dan modal kerja operasional TKP akan disiapkan hingga kuartal 4 2026.
Sebelumnya, IDNFinancials.com merinci bahwa dana rights issue akan dialihkan JIA kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) untuk pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH).
Namun, dalam rangka optimalisasi strategi ekspansi, WIFI akan memprioritaskan dana tersebut untuk program IRA yang baru saja diluncurkan bulan ini, dibandingkan pembangunan jaringan fiber yang dinilai lebih masif.
“Dalam jangka menengah dan panjang, proyek FWA berpotensi memberikan kontribusi pendapatan yang lebih cepat sehingga dapat memperkuat arus kas operasional dan struktur keuangan Perseroan secara konsolidasian,” jelas manajemen dalam keterangan resminya.
Manajemen menegaskan bahwa rencana perubahan penggunaan dana rights issue ini tidak akan berdampak pada kinerja keuangan, aset, maupun liabilitas Perseroan.
Namun, Perseroan masih harus mengantongi persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026 mendatang.
Terbaru, WIFI dikabarkan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis dengan FiberHome, serta menjajaki kolaborasi strategis dengan Baicells untuk pengembangan proyek FWA-nya dalam gelaran Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, pada Selasa (3/3). (ZH)