EDGE Group garap modernisasi alat militer TNI senilai US$7 miliar

Senin, 24 November 2025

image

DUBAI - Raksasa perusahaan milter dan pertahanan Emirat, EDGE Group, mencuri perhatian di Dubai Airshow dengan memamerkan sejumlah sistem baru dan mengumumkan lebih dari selusin kesepakatan atau kerja sama baru, termasuk dengan mitra internasional jauh dari Uni Emirat Arab.CEO EDGE, Hamad Al Marar, mengatakan kepada Breaking Defense bahwa fokus perusahaan kini pada pasar internasional, dengan harapan penjualan ekspor kelak menutupi hampir seluruh biaya EDGE.“Saya ingin EDGE Group mengandalkan ekspor agar mandiri, mendiversifikasi klien, dan menjaga kemajuan ini terus berlangsung,” kata Al Marar.Dilansir breakingdefense.com, saat ini, ekspor menyumbang lebih dari 50% penjualan EDGE, yang memiliki jejak di lebih dari 100 negara dan backlog senilai US$21 miliar.Salah satu kesepakatan paling menonjol adalah kerja sama dengan perusahaan Indonesia, Republikorp, yang mencakup program modernisasi menyeluruh untuk TNI senilai US$7 miliar, disebut sebagai program internasional terbesar EDGE hingga saat ini.Dalam kesepakatan ini, perangkat pertahanan EDGE akan dilokalisasi di Indonesia, termasuk sistem rudal udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri, kapal tak berawak, perangkat lunak pertahanan siber, dan amunisi.Al Marar menekankan bahwa program ini akan berlangsung selama delapan tahun.Selain Indonesia, EDGE juga memperluas kerja sama dengan perusahaan dari Vietnam, Korea Selatan, Spanyol, dan Italia. Perusahaan ini juga menargetkan pasar AS, termasuk melalui usaha patungan dengan startup pertahanan Amerika, Anduril, untuk memproduksi drone, termasuk model mid-size bernama Omen.“Kerja sama ini membawa keuntungan bagi kedua pihak dan menambah nilai teknologi, karena juga mengintegrasikan teknologi AS dengan inovasi kami,” ujar Al Marar.EDGE juga menekankan keterlibatan di Afrika, khususnya Mesir dan Maroko, serta Sub-Sahara, sebagai bagian dari strategi ekspor global.Di sisi teknologi, EDGE memperkenalkan UAV JERNAS-M, interceptor anti-drone VORTEX-E, rudal jelajah jarak jauh WSM-1, amunisi DARKWING, dan THUNDER-ER.Perusahaan juga menampilkan platform ZENITH untuk operasi ruang angkasa dan orkestrasi data multi-sensor, yang dapat diintegrasikan secara lokal maupun cloud.Sebagai bagian dari program antariksa, anak perusahaan EDGE, FADA, menargetkan peluncuran satelit pertama dari konstelasi Synthetic Aperture Radar (SAR) SIRB pada 2028.Konstelasi ini akan terdiri dari tiga satelit dalam dua fase, dengan mitra dari Singapura, Italia, dan Uni Emirat Arab.Dengan kesepakatan besar ini dan ekspansi global yang agresif, EDGE menegaskan ambisinya menjadi pemain internasional utama di sektor pertahanan dan teknologi tinggi. (DK)