OPEC+ rapatkan barisan bahas tambahan produksi minyak

Rabu, 04 Maret 2026

image

JAKARTA – Delapan negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC+ menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Kamis (5/3) besok, untuk membahas tambahan produksi minyak di tengah gangguan pasokan global.

Arab Saudi, Rusia, Irak, UEA, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman sebelumnya telah bertemu pada Minggu (1/3) untuk membahas penyesuaian produksi dan komitmen untuk menjaga stabilitas pasar.

“Delapan negara tersebut memutuskan untuk melanjutkan pengurangan bertahap, atas pemangkasan tambahan 1,65 juta barel per hari secara sukarela, yang diumumkan pada April 2023,” tulis OPEC+ dalam keterangan resminya.

Dengan penyesuaian bertahap itu, kedelapan negara akan menambah produksi minyak mereka hingga 206 barel per hari.

Penyesuaian tambahan itu akan mulai diterapkan pada April 2026, namun pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan situasi pasar.

“Kedelapan negara juga menyatakan bahwa langkah ini memberi peluang bagi negara peserta untuk mempercepat kompensasi,” imbuh OPEC+.

Berikut daftar tambahan produksi dan target produksi minyak dari delapan negara OPEC+:

  • Aljazair - akan menambah produksi 6 ribu bph untuk mencapai target produksi 977 ribu bph.
  • Irak - akan menambah produksi 26 ribu bph untuk mencapai target produksi 4,29 juta bph.
  • Kuwait - akan menambah produksi 16 ribu bph untuk mencapai target produksi 2,59 juta bph.
  • Arab Saudi - akan menambah produksi 62 ribu bph untuk mencapai target produksi 10,16 juta bph.
  • UEA - akan menambah produksi 18 ribu bph untuk mencapai target produksi 3,42 juta bph.
  • Kazakhstan - akan menambah produksi 10 ribu bph untuk mencapai target produksi 1,57 juta bph.
  • Oman - akan menambah produksi 5 ribu bph untuk mencapai target produksi 816 ribu bph.
  • Rusia - akan menambah produksi 62 ribu bph untuk mencapai target produksi 9,63 juta bph.

Sebagai catatan, harga minyak brent telah naik lebih dari 10% sejak awal pekan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, negara yang menguasai jalur vital bagi perdagangan minyak global.

Sementara harga minyak WTI telah naik lebih dari 9% sejak awal pekan, terutama setelah adanya gangguan pengiriman di Selat Hormuz. (KR)