Tekan harga minyak, AS siapkan asuransi tanker di Selat Hormuz
Rabu, 04 Maret 2026

WASHINGTON – Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa ia telah memerintahkan U.S. International Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan bagi perdagangan maritim yang melintasi kawasan Teluk.
"Angkatan Laut AS dapat mulai kawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz jika diperlukan," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, seperti dikutip Reuters, Rabu (4/3).
Pengumuman ini menandai salah satu langkah paling agresif pemerintah Amerika sejauh ini untuk menahan kenaikan harga energi dan menenangkan pasar minyak di tengah konflik yang semakin meningkat di Timur Tengah, yang telah meningkatkan risiko pelayaran melalui jalur-jalur perairan utama.
Trump menjadikan penurunan biaya bahan bakar bagi warga Amerika sebagai inti pesan ekonominya, dan langkah ini menunjukkan kesediaan untuk menggunakan instrumen keuangan dan militer guna mencegah gangguan terhadap pasokan minyak mentah global.
“Dalam kondisi apa pun, Amerika akan memastikan kelancaran aliran energi ke seluruh dunia.”
Trump menambahkan bahwa akan ada lebih banyak langkah lanjutan.
Harga minyak mentah global telah melonjak sejak pasukan Israel dan Amerika Serikat mulai melancarkan serangan terhadap Iran selama akhir pekan, yang memicu pertempuran dan mengganggu pengiriman tanker minyak dari Timur Tengah.
Menurut dua sumber yang mengetahui rencana itu, Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Energi Chris Wright diperkirakan akan bertemu dengan Trump pada Selasa sore untuk menyampaikan daftar usulan guna menangani situasi tersebut dan merampungkan respons pemerintah
Trump mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa warga Amerika mungkin harus hidup dengan harga minyak yang lebih tinggi untuk sementara waktu, tetapi begitu ini berakhir, harga-harga akan turun. "Saya percaya, bahkan lebih rendah dari sebelumnya.”
Jika harga energi yang tinggi terus berlanjut, hal itu dapat melemahkan upaya para anggota parlemen dari Partai Republik Trump untuk mempertahankan kekuasaan dalam pemilu sela kongres pada bulan November.
>> Premi Resiko Perang NaikPengiriman minyak sebagian besar terhambat melalui Selat Hormuz, jalur perairan sempit antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar seperlima dari pengiriman minyak dunia, dengan sejumlah tanker rusak akibat serangan dan lainnya terdampar.
Perusahaan pelayaran dan penanggung asuransi mulai meninjau kembali eksposur mereka di kawasan tersebut. Premi risiko perang melonjak dan sejumlah penyedia telah mengurangi atau menarik perlindungan asuransi, menurut sumber industri.
Biaya asuransi yang lebih tinggi membuat perjalanan menjadi lebih mahal bagi kapal tanker yang bersedia mengambil risiko melintasi wilayah tersebut, sehingga mendorong sebagian operator menunda pelayaran atau mencari rute alternatif.
Dukungan AS terhadap asuransi tanker bukanlah hal baru. Selama konflik Iran–Irak pada 1980-an, Washington mengganti bendera tanker dan menyediakan pengawalan angkatan laut ketika penanggung asuransi swasta menarik perlindungan.
Setelah serangan 11 September 2001, AS menerbitkan polis asuransi untuk menjaga kelangsungan pelayaran di tengah meningkatnya premi risiko perang.
Marco Rubio mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa AS memiliki program yang sudah disiapkan untuk melawan kenaikan harga energi dan bahwa program tersebut akan dilaksanakan oleh Wright dan Bessent.
“Mulai besok Anda akan melihat kami meluncurkan tahapan-tahapan itu untuk mencoba meredam dampaknya,” kata Rubio. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pemerintahan sejauh ini enggan menggunakan Cadangan Minyak Strategis nasional, tetapi para pejabat dapat memberi sinyal paling cepat pada Selasa bahwa mereka siap menggunakannya jika harga terus meningkat, kata seorang sumber. (YS/MT)