Pasar kripto tertekan, bitcoin merosot di tengah penguatan dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026

image

JAKARTA – Pasar kripto kembali tertekan pada perdagangan Rabu (4/3) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) merosot di tengah penguatan indeks dolar AS yang mendekati level tertinggi tiga bulan.

Meski demikian, arus dana institusi ke produk ETF tetap memberi harapan pemulihan.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 1,63% menjadi US$2,33 triliun.

Harga Bitcoin turun 0,97% ke US$ 68.551 per koin, setara sekitar Rp1,15 miliar (kurs Rp 16.906). Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar, terkoreksi 1,65%.

Beberapa kripto utama lain mengalami penurunan:

  • Ethereum turun 2,63% ke US$1.990
  • Binance (BNB) turun 0,74% ke US$634
  • XRP merosot 2,34% ke US$1,36
  • Dogecoin (DOGE) jatuh 4,27% ke US$0,09
  • Solana (SOL) melemah 0,25% ke US$87

Seperti dikutip Coindesk, meski pasar tertekan, Bitcoin tetap bertahan di atas level US$68.000, terlepas dari penurunan indeks Nasdaq 100 sebesar 1% dan harga emas yang merosot 4%, menunjukkan adanya pemisahan pergerakan (decoupling) dari pasar tradisional.

Penguatan dolar AS tetap menjadi perhatian investor, terutama di tengah risiko konflik berkepanjangan antara AS dan Iran.

Indeks dolar naik ke 99,4 pada Selasa, dari 96,6 hanya tiga pekan lalu, mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset tunai dan obligasi pemerintah di fase risk-off.

Secara historis, pelemahan dolar sering diikuti reli Bitcoin, namun korelasi jangka pendek antara Bitcoin dan Nasdaq 100 turun menjadi 69%, menunjukkan volatilitas dan dinamika pasar yang lebih kompleks.

Meski momentum bullish Bitcoin belum sepenuhnya pulih, sejumlah faktor membebani sentimen, termasuk insiden flash crash Oktober 2025, kekhawatiran komputasi kuantum, lambatnya realisasi Cadangan Strategis Bitcoin AS, serta pergeseran minat investor ke sektor kecerdasan buatan (AI). (DK)