Iran pakai pesawat latih Rusia Yak-130 untuk buru drone lawan
Rabu, 04 Maret 2026

TEHERAN - Iran mengerahkan jet latih tempur Yak-130 yang dipersenjatai rudal udara-ke-udara untuk patroli pencegat drone di atas Teheran, menurut rekaman yang muncul pada 2 Maret 2026.
Seperti dikutip armyrecognition, Pesawat tersebut terlihat terbang bersama jet tempur MiG-29, membentuk formasi campuran dalam misi pengamanan ruang udara ibu kota di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, Yak-130 tampak membawa rudal jarak pendek berpemandu inframerah R-73E. Konfigurasi ini mengindikasikan peran baru pesawat latih tersebut sebagai bagian dari patroli tempur anti-drone (counter-UAS), melampaui fungsi tradisionalnya sebagai platform pelatihan lanjutan.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran, pola terbang, muatan senjata, dan konteks operasional menunjukkan misi tersebut ditujukan untuk mencegat wahana nirawak yang beroperasi di sekitar ibu kota.Yak-130 sendiri merupakan jet latih bermesin ganda subsonik yang dirancang untuk mensimulasikan karakteristik pesawat tempur generasi modern.
Dalam konfigurasi serang ringan, pesawat ini memiliki sembilan cantelan eksternal dengan kapasitas muatan hingga sekitar 3 ton, memungkinkan pemasangan pod senapan, roket, bom berpemandu presisi, hingga rudal udara-ke-udara jarak dekat.
Integrasi R-73E memberi kemampuan serangan sudut lebar (high off-boresight) melalui helmet-mounted sight, efektif menghadapi drone kecil dan lincah di jarak visual.Peran operasional Yak-130 Iran mulai terlihat saat latihan militer Zolfaqar 1403 pada Februari 2025, ketika satu unit Yak-130 dilaporkan menembakkan R-73E untuk menghancurkan drone target setelah pendeteksian awal dilakukan MiG-29.
Taktik tersebut menunjukkan pola kerja sama: MiG-29 menyediakan cakupan radar dan pemanduan, sementara Yak-130 melaksanakan penembakan akhir.Kehadiran Yak-130 di Teheran juga terkait erat dengan pendalaman kerja sama militer Moskow–Teheran sejak 2023.
Pengiriman pesawat ini dilaporkan menjadi bagian dari paket yang lebih luas, sekaligus memperkuat kapasitas pelatihan dan menambah opsi platform tempur ringan bagi Iran.
Bagi pengamat pertahanan AS dan sekutunya, langkah ini menandai upaya Iran mengoptimalkan aset yang ada untuk memperkuat jaringan pertahanan udara berlapisnya.Penggunaan Yak-130 sebagai “pemburu drone” dinilai sebagai langkah pragmatis. Dibanding jet superioritas udara berperforma tinggi, pesawat latih bersenjata ini lebih hemat biaya operasional untuk patroli rutin melawan ancaman drone berkecepatan rendah dan ketinggian rendah.
Meski tidak mengubah keseimbangan kekuatan dalam konfrontasi udara melawan pesawat tempur generasi kelima Barat, kehadirannya menambah kepadatan lapisan pertahanan jarak dekat Iran dan berpotensi menyulitkan operasi drone pengintai maupun serang di sekitar Teheran. (DK)