BBNI turunkan alokasi dana buyback saham jadi Rp905,49 miliar

Rabu, 04 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyampaikan alokasi anggaran terbaru untuk pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp905,48 miliar.

Manajemen BBNI menyampaikan seluruh dana itu berasal dari arus kas bebas, serta jumlahnya tidak melebihi 10% dari total ekuitas perseroan.

BBNI menilai aksi korporasi ini dilakukan untuk mengimbangi tekanan yang dihadapi saham perseroan, sepanjang 2025 lalu.

Sebagai catatan, harga saham BBNI hanya naik 0,5% secara tahunan pada 2025. “Meskipun lebih baik dari local peers, namun saham BNI masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank-bank regional peers,” jelas Manajemen BBNI.

“Buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar ... sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini, tidak mencerminkan fundamental perusahaan,” imbuh Manajemen BBNI.

Pada akhir Januari 2026 kemarin, BBNI telah mengumumkan rencana awal buyback saham, dengan alokasi dana Rp1,5 triliun. Namun alokasinya kini telah berubah dan akan menunggu persetujuan pemegang saham, pada rapat 9 Maret 2026 pekan depan.

Pelaksanaan buyback saham diperkirakan berlangsung setelah persetujuan dari pemegang saham hingga 8 Maret 2027.

Saat ini mayoritas saham BBNI berada di bawah kendali PT Danantara Aset Management (Persero), dengan porsi kepemilikan 59,4%. Sementara investor publik memiliki 39,84%. (KR)