Fitch revisi outlook RI jadi negatif, soroti MBG dan utang negara
Rabu, 04 Maret 2026

JAKARTA – Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat tetap diafirmasi pada level “BBB”.
Outlook tersebut berlaku untuk Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating Indonesia, atau kemampuan Indonesia dalam membayar utang jangka panjang berdenominasi mata uang asing.
“Revisi outlook ini merefleksikan ketidakpastian kebijakan yang semakin meningkat, serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas kebijakan di tengah wewenang pengambilan keputusan yang semakin terpusat,” tulis draf laporan Fitch yang dirilis Rabu (4/3) hari ini.
Situasi tersebut, menurut Fitch, berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah bagi Indonesia, serta menggerus sentimen investor dan jadi tekanan bagi penyangga eksternal ekonomi Indonesia.
Di samping itu, Fitch juga menyoroti tekanan belanja pemerintah yang terus berlanjut, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan alokasi bantuan sosial, demi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Laporan Fitch juga menyoroti persoalan utang pemerintah Indonesia, meskipun level saat ini di kisaran 41% terhadap PDB. Sementara rata-rata posisi utang negara lain dengan peringkat BBB telah di atas 50% terhadap PDB mereka.
Namun tingginya beban utang pemerintah Indonesia, yang jumlahnya telah mencapai 17% dari pendapatan negara, menjadi kekhawatiran bagi Fitch. “Relatif lebih tinggi dibandingkan negara di kelompok peringkat BBB,” ungkap Fitch.
Outlook peringkat Indonesia, kata Fitch, bisa kembali naik menjadi positif jika ada perbaikan makroekonomi, serta realisasi APBN yang lebih baik dan peningkatan cadangan devisa.
Langkah penurunan outlook Fitch untuk Indonesia ini juga telah lebih dulu diambil oleh Moody’s Ratings pada awal Februari 2026. Lembaga pemeringkat global itu menyatakan revisi peringkat sejalan dengan kekhawatiran pasar, terhadap pemerintahan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. (KR)