Laba GEMS terpangkas 45,5% tertekan harga batu bara
Rabu, 04 Maret 2026

JAKARTA - Emiten batu bara Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), mencatat penurunan laba bersih signifikan pada tahun 2025, ambles 45,5% menjadi US$258,23 juta, atau Rp4,3 triliun (kurs JISDOR Rp16.778 per dolar AS).
Sejalan dengan penurunan tersebut, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat sebesar US$0,044.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$2,41 miliar, turun 11,07%, meski produksi batu bara naik 8% menjadi 54,9 juta ton, sedangkan volume penjualan naik 4% menjadi 54,2 juta ton.
Penurunan pendapatan terutama berasal dari penjualan luar negeri yang anjlok 51,68% menjadi US$855,20 juta pada 2025. Padahal, volume ekspor naik 7% menjadi 35,1 juta ton.
Menurut materi paparan publik Perseroan, China menjadi tujuan utama ekspor GEMS, dengan proporsi hingga 52% dari total penjualan, diikuti India 6%.
Sebaliknya, penjualan dalam negeri meningkat 67,53% menjadi US$1,56 miliar, meski volume penjualan stagnan di level 19,1 juta ton. Batu bara dijual kepada pabrik semen, pabrik kertas, hingga smelter dan PT PLN (Persero).
Selain pengaruh harga batu bara yang melandai di 2025, beban pokok penjualan Perseroan juga meningkat 2,5% menjadi US$1,64 miliar pada 2025.
Hingga akhir Desember 2025, perseroan memiliki transaksi signifikan dengan dua kontraktor yang masing-masing melebihi 10% dari total pendapatan.
Biaya jasa dari PT Putra Perkasa Abadi (PPA) tercatat sebesar US$538,25 juta atau setara 22% dari total pendapatan, sedangkan PT Cipta Kridatama (CK) sebesar US$302,78 juta atau 13% dari total pendapatan 2025.
Hingga akhir 2025, total aset GEMS tercatat sebesar US$1,19 miliar, turun 3,25%, sementara liabilitas menyusut 15,63% menjadi US$488,02 juta, dan ekuitas tercatat sebesar US$705,59 juta. (DH/ZH)