IHSG turun 4,57% tersengat perang Iran dan revisi outlook Fitch

Rabu, 04 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,57% atau 362,7 poin ke level 7.577,06 pada perdagangan Rabu (4/3) hari ini, setelah konsisten di zona merah sejak pembukaan perdagangan.

Ini merupakan penurunan ketiga kalinya bagi IHSG sejak awal pekan. Sementara sejak awal bulan ini, kinerja IHSG telah turun hampir 8%.

Total transaksi di seluruh pasar pada Rabu mencapai Rp29,72 triliun, termasuk Rp945 miliar di pasar negosiasi. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 53,61 miliar lembar.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG menghadapi sentimen negatif dari gejolak perang di Timur Tengah, yang mendorong investor tak memegang aset berisiko.

Selain itu, penurunan outlook peringkat Indonesia yang dilakukan olah Fitch Ratings, turut membebani pasar saham. Meskipun dalam laporannya, Fitch tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level “BBB”.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, penurunan outlook peringkat itu didasari oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya termasuk kekhawatiran terhadap utang negara dan belanja pemerintah, yang membengkak akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan indikator Stochastic RSI melemah mendekati area oversold,” tulis analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini, dengan menekankan support penting bagi IHSG berikutnya di 7.350-7.400.

Di kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks acuan saham juga melemah cukup dalam. KOSPI anjlok 12,06%, SET Thailand turun 5,58%, dan PSEI Filipina turun 2,13%.

Pasar mata uang Asia terpantau cukup variatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan penguatan 1,21% won Korea terhadap dolar AS, namun rupiah melemah 0,12% terhadap dolar AS dan bertahan di level Rp16.892. (KR)