Pasar saham menguat didukung sektor jasa di AS, harga minyak melandai

Kamis, 05 Maret 2026

image

JAKARTA – Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali menghijau, dengan penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing 0,92% dan 1,29% pada perdagangan Rabu (4/3).

Penguatan itu terjadi setelah rilis data indeks Institute for Supply Management (ISM) untuk sektor jasa naik 2,3 poin ke 56,1. Seperti diketahui, indikator pengukur kinerja sektor jasa ini menunjukkan fase ekspansi, jika berada di atas 50.

Di hari yang sama, data terbaru juga menunjukkan adanya 63 ribu tenaga kerja baru di AS, jumlah tertinggi sejak Juli 2025.

Ahli strategi senior di Wells Fargo Investment Institute, Scott Wren, mengatakan saat ini eskalasi geopolitik tetap menjadi risiko bagi pasar global.

“Kami menilai reaksi pasar kemungkinan hanya sebagai sikap kehati-hatian sementara, hingga mereka melihat tanda-tanda meredanya konflik,” kata Wren, dalam laporan Bloomberg setelah penutupan perdagangan Rabu.

Dalam laporan yang sama, investor kawakan AS Louis Navellier, mengatakan situasi beberapa terakhir ini menunjukkan bagaimana risiko geopolitik sering kali disambut dengan aksi beli jangka pendek.

“Saat ini kita berada dalam fase uptrend yang lebih berhati-hati,” jelas Navallier.

Di pasar komoditas, harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange menguat 0,71% ke US$75,27 per barel, setelah sempat turun sekitar 2,5% dari level tertinggi intraday.

Sedangkan harga minyak brent di Intercontinental Exchange (ICE) naik 0,25% ke US$81,65 per barel, setelah melonjak cukup signifikan akibat gangguan di Selat Hormuz.

Harga emas di Commodity Exchange (COMEX) naik 0,56% ke US$5.152,60 per troi ons untuk pengiriman April 2026. Sedangkan harga emas di pasar spot naik 0,95% ke US$5.137,33 per troi ons. (KR)