Hubungan Amerika dan Venezuela, Washington siapkan dakwaan untuk Delcy

Kamis, 05 Maret 2026

image

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tengah menyiapkan langkah hukum terhadap pemimpin interim Venezuela, Delcy Rodriguez, termasuk draf dakwaan pidana sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Caracas.

Menurut empat sumber yang mengetahui perkara ini, jaksa federal telah merancang kemungkinan dakwaan korupsi dan pencucian uang.

Dilansir dari Reuters, Rodriguez disebut telah diberi tahu secara lisan bahwa ia berisiko dituntut jika tidak terus memenuhi tuntutan Washington setelah penggulingan mantan presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari lalu.

Kantor Kejaksaan AS di Miami dilaporkan menyusun draf dakwaan tersebut dalam dua bulan terakhir. Penyelidikan berfokus pada dugaan keterlibatan Rodriguez dalam pencucian dana dari perusahaan minyak negara PDVSA untuk periode 2021–2025.

Departemen Kehakiman AS menolak berkomentar. Wakil Jaksa Agung Todd Blanche bahkan menyebut laporan tersebut “sepenuhnya salah” dalam unggahan di X.

Namun, Reuters menyatakan tetap berpegang pada laporannya bahwa draf dakwaan terhadap Rodriguez sedang dipersiapkan.

Di luar rencana dakwaan, pejabat AS juga disebut menyerahkan daftar sedikitnya tujuh mantan pejabat tinggi dan keluarga mereka yang diminta untuk ditahan atau dicegah keluar dari Venezuela guna proses ekstradisi.

Permintaan itu disampaikan oleh utusan baru AS untuk Venezuela, Laura Dogu.Tekanan ini muncul dua bulan setelah operasi cepat pasukan khusus AS yang menangkap Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme dan perdagangan kokain.

Meski secara terbuka Trump memuji kerja sama Rodriguez dan menyebut Venezuela sebagai “mitra baru,” draf dakwaan tersebut dinilai menjadi alat tawar tambahan Washington guna memastikan kepentingannya, termasuk akses perusahaan AS ke cadangan minyak negara anggota OPEC itu.

Sejumlah pejabat pemerintahan Rodriguez lainnya, seperti Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, sebelumnya juga telah didakwa di Amerika Serikat, meski keduanya membantah tuduhan tersebut.

Salah satu nama yang turut diminta untuk ditahan adalah Alex Saab, sekutu dekat Maduro yang pernah diekstradisi ke AS atas tuduhan suap dan pencucian uang sebelum dibebaskan pada 2023 dalam pertukaran tahanan. (DK)