Bitcoin melonjak ke $73.000, ETF jadi pendorong utama

Kamis, 05 Maret 2026

image

WASHINGTON - Bitcoin (BTC) melonjak 8% pada Rabu (4/3), dengan para analis menilai aset kripto ini menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar akibat konflik di Timur Tengah.Dilansir dari Finance Yahoo, Presiden AS Donald Trump juga mendorong percepatan legislasi terkait kripto melalui unggahan media sosial pada Selasa.Harga Bitcoin naik ke level tertinggi satu bulan di atas US$73.000 setelah lebih dari US$680 juta mengalir ke ETF spot Bitcoin pada Senin dan Selasa.Sementara itu, pasar saham global tertinggal karena kekhawatiran lonjakan harga minyak akibat perang Iran dapat memicu kembali inflasi.Nic Puckrin, salah satu pendiri Coin Bureau, mengatakan arus dana ETF ini bukan sekadar aksi short squeeze.Menurutnya, investor institusi mulai memperlakukan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap krisis geopolitik, bahkan potensi lindung nilai terhadap inflasi di masa depan.Dalam lima hari terakhir, Bitcoin telah menguat 11%. Sempat turun ke kisaran US$63.000 setelah serangan AS-Israel ke Iran, harganya pulih pada hari yang sama.Ethereum (ETH-USD) juga naik 11% dalam periode yang sama dan diperdagangkan di sekitar US$2.150.Sean Farrell, Kepala Aset Digital di Fundstrat, menilai kekuatan relatif kripto di tengah pelemahan saham dan meningkatnya volatilitas menjaga peluang reli jangka pendek tetap terbuka.Ia juga menyoroti seruan Trump agar perbankan bernegosiasi dengan industri kripto terkait Clarity Act, rancangan undang-undang yang bertujuan membentuk pengawasan federal atas berbagai segmen industri kripto.Isu utamanya adalah apakah platform kripto boleh memberikan imbal hasil atau bunga kepada nasabah atas saldo stablecoin mereka.Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan bank menghambat agenda kripto AS, yang menurutnya berisiko berpindah ke China dan negara lain jika Clarity Act tidak segera disahkan.Jika negosiasi berlanjut, para analis menilai hal itu bisa menjadi katalis positif bagi industri kripto.Meski demikian, secara tahun berjalan Bitcoin masih turun 16% setelah mencatatkan lima bulan pelemahan berturut-turut hingga Februari.Aset kripto ini juga kesulitan bangkit sejak anjlok dari rekor tertinggi US$126.000 pada Oktober.Sejumlah analis Wall Street telah menurunkan proyeksi akhir tahun, bahkan yang paling optimistis sekalipun memperingatkan harga masih berpotensi turun sebelum pulih pada paruh kedua tahun ini. (DK)