Stok minyak AS naik 3,5 juta barel, persediaan bensin turun
Kamis, 05 Maret 2026

JAKARTA - Persediaan minyak mentah Amerika Serikat naik 3,5 juta barel pada pekan yang berakhir 27 Februari, menurut data terbaru dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dirilis Rabu (4/3).Dengan kenaikan tersebut, stok komersial mencapai 439,3 juta barel, masih sekitar 3% di bawah rata-rata lima tahunan untuk periode yang sama.Seperti dikutip dari oilprice. sehari sebelumnya, American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan yang lebih besar, yakni 5,6 juta barel.Harga minyak bergerak melemah pada Rabu pagi setelah sempat melonjak tajam awal pekan ini akibat gangguan produksi di Irak dan kekhawatiran pasokan karena lalu lintas kapal tanker tersendat di Strait of Hormuz.Pada pukul 10.54 waktu New York, minyak Brent crude diperdagangkan di US$81,04 per barel, turun US$0,36 (-0,42%) hari itu, namun masih melonjak sekitar US$10 dibandingkan pekan lalu.Sementara West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,37 (-0,50%) menjadi US$74,19 per barel, juga naik hampir US$10 secara mingguan.Untuk bensin, EIA mencatat persediaan turun 1,7 juta barel setelah pekan sebelumnya berkurang 1 juta barel.Produksi bensin rata-rata meningkat menjadi 9,3 juta barel per hari. Pada kelompok distilat menengah, stok naik 400.000 barel dengan produksi bertambah 61.000 barel per hari menjadi rata-rata 4,8 juta barel per hari.Total produk yang disalurkan, indikator permintaan minyak AS, turun menjadi 21,0 juta barel per hari dalam empat pekan terakhir, namun masih 4,2% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.Permintaan bensin rata-rata mencapai 8,5 juta barel per hari, sedangkan distilat rata-rata 4,2 juta barel per hari, naik 4,1% secara tahunan. (DK)