Laba bersih ELSA nyaris stagnan saat pendapatan tumbuh 8,25%
Kamis, 05 Maret 2026

JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten dari industri jasa pendukung migas dan batu bara, mencetak laba bersih Rp718,41 miliar pada tahun buku 2025.
Perolehan itu meningkat tipis 0,66% secara tahunan, atau dari laba bersih 2024 yang mencapai Rp713,67 miliar.
Padahal pendapatan entitas usaha milik Grup Pertamina ini, meningkat 8,25% secara tahunan menjadi Rp14,49 triliun pada 2025. Di tahun sebelumnya, pendapatan ELSA tercatat sebesar Rp13,39 triliun.
Meskipun demikian, ELSA menghadapi kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 8,14% menjadi Rp13,05 triliun.
Beban operasional ELSA juga meningkat, sebagian besar disebabkan oleh lonjakan beban umum & administrasi yang meningkat 15,78% menjadi Rp596 miliar.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan Kamis (5/3) hari ini, ELSA menyampaikan adanya perubahan komposisi pendapatan pada 2025.
Lini bisnis distribusi & logistik energi, yang menjadi kontributor utama pendapatan ELSA, tumbuh 26,22% secara tahunan menjadi Rp9,94 triliun.
Sedangkan bisnis jasa hulu migas terintegrasi ELSA turun 18,46% secara tahunan menjadi Rp4,15 triliun, serta bisnis jasa penunjang migas naik 4,89% menjadi Rp1,88 triliun.
Realisasi kinerja ELSA pada 2025 menempatkan laba per sahamnya berada di level Rp98,43. Mengacu harga saham saat penutupan perdagangan Rabu (4/3) kemarin di Rp875, saham ELSA diperdagangkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) 8,89 kali.
PER ELSA bahkan lebih rendah dari rata-rata emiten dari sektor dan industri sejenis, yang berada di kisaran 24 kali. (KR)