Indeks KOSPI sempat anjlok 18%, akhirnya rebound 12%
Kamis, 05 Maret 2026

JAKARTA - Pasar saham Korea Selatan mengalami gejolak tajam dalam dua hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks acuan KOSPI Index sempat anjlok lebih dari 12% pada perdagangan Rabu, penurunan harian terbesar sepanjang sejarah. Secara keseluruhan, indeks tersebut sempat turun lebih dari 18% dalam dua hari perdagangan.
Dikutip cnbc (04/3), tekanan pasar muncul setelah perdagangan kembali dibuka pada Selasa usai libur nasional. Ketergantungan energi Korea Selatan terhadap impor dari Timur Tengah membuat pasar domestik sensitif terhadap konflik di kawasan tersebut. Data U.S. Energy Information Administration menunjukkan sekitar 70% impor minyak Korea Selatan dan hingga 30% gas alam cair berasal dari Timur Tengah.
Struktur indeks yang sangat terkonsentrasi memperbesar tekanan di pasar. Lebih dari sepertiga bobot Kospi berasal dari dua perusahaan teknologi, yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix. Kedua saham tersebut masing-masing sempat turun lebih dari 10% pada Rabu dan memicu penghentian sementara perdagangan di Korea Exchange.
Analis Larry Tentarelli menilai koreksi tajam dipicu reli besar sebelumnya. “Angka-angka itu jelas merupakan angka gelembung jangka pendek, yang menyebabkan koreksi tajam,” ujarnya. Dalam 12 bulan terakhir, saham Samsung Electronics melonjak sekitar 216%, sementara SK Hynix naik sekitar 356%.
Sementara itu, pada Kamis (5 Maret), indeks Kospi melonjak hingga 12% pada pembukaan perdagangan dan hampir menutup seluruh penurunan 12,06% sehari sebelumnya.
Pemulihan pasar dipicu laporan mengenai pendekatan diplomatik rahasia dari Iran yang memberi sinyal keterbukaan untuk pembicaraan guna mengakhiri konflik. Laporan tersebut disampaikan The New York Times, yang menyebut Kementerian Intelijen Iran mengirim pesan kepada Central Intelligence Agency terkait kemungkinan perundingan.
Indeks Kospi sempat mencapai 5.685,47 pada awal perdagangan. Sentimen juga didukung stabilnya harga minyak global dan penguatan pasar saham Amerika Serikat.
Lonjakan harga saham memicu Korea Exchange mengaktifkan mekanisme pembatasan perdagangan sidecar pada indeks Kospi dan KOSDAQ, yang menghentikan sementara perdagangan program selama lima menit.
Penguatan dipimpin saham berkapitalisasi besar. Samsung Electronics naik 14,98%, sementara SK Hynix melonjak 16,02%. Produsen baterai LG Energy Solution naik 9,64%.
Saham otomotif juga menguat. Hyundai Motor Company naik 15,57% dan Kia Corporation menguat 9,38%. Sementara POSCO Holdings naik 9,64% dan Samsung Biologics bertambah 5,28%.
Penguatan juga terjadi di Jepang. Indeks Nikkei 225 naik 3,9% menjadi 56.356,54, sementara TOPIX menguat 3,7% menjadi 3.769,39.
Sehari sebelumnya, Nikkei sempat turun ke level terendah dalam satu bulan di tengah aksi jual saham Asia akibat konflik Timur Tengah serta aksi ambil untung setelah indeks mencapai rekor tertinggi.(DH)