Laba DCII tumbuh 25,7% berkat permintaan colocation data center

Kamis, 05 Maret 2026

image

JAKARTA - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan pendapatan Rp2,54 triliun pada 2025, meningkat 40,14% secara tahunan atau dari Rp1,81 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditopang terutama oleh pertumbuhan layanan colocation, yang menjadi kontributor terbesar pendapatan DCII.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan DCII dari layanan colocation mencapai Rp2,36 triliun atau sekitar 92,8% dari total pendapatan pada 2025. Perolehan ini meningkat 38,73% secara tahunan.

Sementara pendapatan dari layanan lain tercatat Rp181,8 miliar pada 2025, meningkat 61,46% secara tahunan atau dari Rp112,6 miliar.

Seiring peningkatan pendapatan, DCII juga mencatat lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 54,49% menjadi Rp1,17 triliun pada 2025. Selain itu, beban umum dan administrasi perseroan juga naik 58% menjadi Rp125,6 miliar.

Adapun laba bersih DCII pada 2025 mencapai Rp1 triliun, meningkat 25,74% secara tahunan atau dari Rp796,82 miliar.

Laporan keuangan DCII mencatat peningkatan beban pokok pendapatan dan operasional pada 2025, membuat margin laba bersih perusahaan hanya berada di level 39,5%. Di tahun sebelumnya, margin laba bersih DCII berada di kisaran 43,9%.

Meskipun menghadapi tekanan margin laba bersih, Laba Per Saham (EPS) DCII pada 2025 meningkat jadi Rp420 per lembar. Sahamnya di bursa kini diperdagangkan dengan valuasi premium di level Rp200.550 per lembar, setara Price to Earning Ratio (PER) 477 kali.

Dibandingkan PER sektor dan industri sejenis, valuasi DCII hampir 30 kali di atas rata-rata. Namun saham DCII kini dipegang oleh sejumlah konglomerat asal Indonesia.

Beberapa di antaranya termasuk Otto Toto Sugiri 29,9%, Marina Budiman 22,51%, Han Arming Hanafia 14,11%, Anthony Salim 11,12%, dan Bing Moniaga 4,23%. (KR)