Zuckerberg sudah 'selesai' dengan Alexandr Wang berharga US$14 miliar

Kamis, 05 Maret 2026

image

JAKARTA – CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara diam-diam mulai melucuti struktur kekuasaan Alexandr Wang, eksekutif dengan bayaran tertinggi di perusahaan tersebut.

Seperti dilaporkan timesofindia.indiatimes.com (04/03/2026), langkah ini menjadi bukti bahwa Zuckerberg mulai kehilangan kepercayaan pada pengusaha pelabelan data berusia 28 tahun itu.

Pergeseran tersebut terjadi hanya sembilan bulan setelah Wang direkrut sebagai "taruhan" senilai US$14 miliar untuk memimpin Meta Superintelligence Labs dengan kendali absolut atas model AI terdepan perusahaan.

Peminggiran Wang mencapai puncaknya pada hari Selasa ketika Meta mengumumkan pembentukan organisasi rekayasa kecerdasan buatan (AI) terapan baru yang dipimpin oleh eksekutif veteran, Maher Saba.

Saba kini melapor langsung kepada Chief Technology Officer (CTO) Andrew Bosworth, bukan kepada Wang. Struktur baru pimpinan Saba ini sengaja dibuat sangat datar mencapai 50 kontributor individu untuk setiap manajer dengan mandat untuk membangun "mesin data" guna mempercepat dan meningkatkan kualitas model AI Meta.

Melalui tim baru ini, Zuckerberg secara efektif mengalihkan seluruh talenta teknik, jalur data, dan evaluasi model agar beroperasi di luar otoritas Wang.

Bahkan, model AI Avocado dan Mango yang dijanjikan Wang kini akan dibangun dan dilatih di atas infrastruktur data yang dikendalikan penuh oleh Saba.

Keretakan internal ini bermula dari perbedaan visi yang tajam. Wang dilaporkan sering bersitegang dengan para letnan kepercayaan Zuckerberg, yakni Chris Cox dan Andrew Bosworth.

Sementara Wang bersikeras untuk murni berfokus mengejar ketertinggalan dari model AI milik OpenAI dan Google, Cox dan Bosworth menuntut agar AI difokuskan pada penggunaan data Instagram dan Facebook untuk menciptakan produk yang langsung dipakai konsumen.

Puncak dari krisis manajerial terjadi pada bulan November lalu, ketika Kepala Ilmuwan AI Meta, Yann LeCun, memilih hengkang (walk out) karena menolak bekerja di bawah komando Wang.

Restrukturisasi paralel ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai taktik "pemecatan halus" (soft firing). Wang tetap mempertahankan jabatannya di laboratorium kaca sebelah kantor Zuckerberg, namun ia telah kehilangan seluruh tuas kendali utama.

Isolasi terhadap Wang ini mengulangi pola manajerial Zuckerberg yang selalu merombak organisasi dan mengambil alih kendali secara penuh ketika taruhan besarnya seperti metaverse dan iterasi awal Llama mulai bermasalah. (SF)