IHSG naik 1,76% ke 7.710 didukung saham konsumer dan bank, rupiah loyo
Kamis, 05 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,76% atau 133,47 poin ke level 7.710,54 pada perdagangan Kamis (5/3) hari ini, setelah konsisten bergerak di zona hijau sejak pembukaan.
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp16,54 triliun, termasuk Rp1,12 triliun di pasar negosiasi. Sementara volume saham yang diperdagangkan di seluruh pasar mencapai 34,42 miliar lembar.
Hampir semua indeks sektoral menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor konsumer siklikal yang mencapai 3,40% dan industri 2,80%. Sedangkan sektor transportasi jadi satu-satunya yang melemah, meskipun hanya turun 0,13%.
Dari sektor konsumer siklikal, sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar yang menguat adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 13,46%, disusul PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) 9,18%, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) 5,19%.
Di sisi lain, saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar juga kembali mencatat nilai transaksi tertinggi. Tiga di antaranya termasuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp778 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp679 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp362 miliar.
Harga saham BBCA pun ditutup menguat 3,27%, BMRI naik 2,91%, dan BBRI naik 1,63%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG turut didukung oleh sentimen positif dari indeks global, terutama di kawasan Asia yang melanjutkan penguatan hari ini.
“Namun rupiah berlanjut ditutup melemah di level Rp16,905/US$, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang di Asia,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan setelah penutupan perdagangan hari ini.
Menurut pantauan IDNFinancails.com, penguatan indeks saham di kawasan emerging market Asia hari ini dipimpin oleh KOSPI, yang melonjak 9,63%. TWSE berada di peringkat kedua dengan kenaikan 2,57%, dan IHSG di peringkat ketiga.
Sedangkan di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah dan peso Filipina melemah terhadap dolar AS. Sementara baht Thailand, ringgit Malaysia, won Korea, dan rupee India menguat terhadap dolar AS. (KR)