Amerika terjunkan bomber siluman B-2 Spirit, incar 2.000 target.

Kamis, 05 Maret 2026

image

WASHINGTON – Amerika Serikat dan Israel melancarkan salah satu kampanye udara paling besar dalam sejarah militer modern, dengan menggempur lebih dari 2.000 target di seluruh wilayah Iran hanya dalam 100 jam pertama operasi.

Seperti dilaporkan AviationA2Z.com (4/3/2026), Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menyatakan skala fase awal operasi ini sangat besar, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan rentetan serangan udara awal AS dan sekutunya pada Perang Irak 2003.

Operasi besar ini melibatkan lebih dari 200 pesawat tempur yang didukung oleh dua kapal induk AS di kawasan. Laksamana Cooper menggambarkannya sebagai penumpukan kekuatan militer AS terbesar di Timur Tengah dalam satu generasi.

Tujuan utama operasi adalah menghancurkan secara sistematis infrastruktur rudal, sistem pertahanan udara, pabrik drone, dan aset angkatan laut Iran, termasuk fasilitas penting di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) di Teheran.

Operasi gabungan ini juga mencatat sejarah dengan pengerahan tiga jenis pengebom strategis utama Angkatan Udara AS secara bersamaan. Masing-masing menjalankan peran berbeda dalam melumpuhkan pertahanan Iran.

  • B-2 Spirit. Pesawat siluman ini dikerahkan untuk menembus wilayah udara yang dijaga ketat guna melancarkan serangan presisi terhadap fasilitas rudal yang diperkeras dan tersembunyi jauh di pedalaman Iran.
  • B-1B Lancer. Pengebom dengan kapasitas muatan besar ini menjalankan serangan presisi bervolume tinggi yang menargetkan infrastruktur rudal serta berbagai target strategis lainnya.
  • B-52 Stratofortress. Mengandalkan jangkauan tempur yang sangat panjang, pesawat legendaris ini difokuskan untuk menghancurkan fasilitas komando dan kontrol militer Iran.

Laksamana Cooper menyebut misi para pengebom tersebut sebagai “serangan bedah tanpa perlawanan” (uncontested surgical strikes).

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa sistem pertahanan udara Iran telah banyak dilumpuhkan, sehingga pejabat militer AS mengklaim kekuatan gabungan AS dan Israel kini mendominasi ruang udara Iran.

Selain menguasai udara, operasi ini juga menargetkan kekuatan maritim Iran. Pasukan AS melaporkan telah menghancurkan 17 kapal angkatan laut Iran selama serangan berlangsung.

Dua target penting yang dilaporkan berhasil ditenggelamkan adalah satu-satunya kapal selam operasional Iran serta Shahid Bagheri, kapal kontainer yang dimodifikasi menjadi kapal induk drone dan pengawasan, yang dilaporkan terkena serangan pada 2 Maret.

Operasi ini juga menampilkan penggunaan sistem tempur tak berawak baru bernama LUCAS (Low-cost Unmanned Combat Attack System) dalam jumlah besar.

Menariknya, sistem tersebut dirancang berdasarkan desain amunisi loitering Shahed-136 buatan Iran, dan kini digunakan oleh AS untuk menyerang balik target milik Teheran dengan dampak operasional signifikan.

Saat ini pasukan AS masih melanjutkan operasi penargetan dinamis (dynamic targeting) untuk memburu dan menghancurkan peluncur rudal balistik mobile Iran yang masih beroperasi.

>> Respon Iran

Pemerintah Iran mengecam serangan udara besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.

Teheran juga menyatakan akan membalas dengan “harga yang mahal” terhadap operasi militer tersebut. Para pejabat Iran menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas militer dan infrastruktur negara itu tidak akan menghentikan kemampuan pertahanan Iran, dan memperingatkan bahwa konflik dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.

>> Tanggapan Iran

Pemerintah Iran mengecam serangan udara besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.

Teheran juga menyatakan akan membalas dengan “harga yang mahal” terhadap operasi militer tersebut.

Para pejabat Iran menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas militer dan infrastruktur negara itu tidak akan menghentikan kemampuan pertahanan Iran, dan memperingatkan bahwa konflik dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Seperti dikutip Anadolu Rabu (4/3), Sebagai respons langsung terhadap kampanye udara tersebut, Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone dalam skala besar ke berbagai target di kawasan.

Menurut data militer AS, Iran telah menembakkan lebih dari 500 rudal balistik dan sekitar 2.000 drone sejak operasi dimulai. (SF)