Danantara kebut pabrik PLTS 50 GW, didukung modal Rp23,66 triliun

Jumat, 06 Maret 2026

image

JAKARTA - CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkap rencana pembangunan pabrik pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 gigawatt (GW), yang didukung investasi US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,66 triliun.

“Investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai. Jadi itu juga akan membantu untuk kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek (percepatan) PLTS ini,” kata Rosan, seperti dikutip Antara usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (05/3).

Rosan menjelaskan, Danantara telah membangun prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) di Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang akan ditinjau tim dari Kementerian ESDM dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo  Subianto memerintahkan Danantara untuk mempelajari opsi pembiayaan pembangunan PLTS di sejumlah desa, termasuk kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki teknologi terkait.

Sebelumnya, Rosan menyebut bahwa usulan awal pengembangan PLTS nasional adalah 100 GW, namun pemerintah akan memulai dengan kapasitas 13 GW sebagai tahap awal.

“Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt, jadi ada 13 gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ujarnya.

Pemerintah mencatat investasi pembangunan pabrik panel surya senilai US$1,4 miliar ini telah masuk sejak 2025. Tahap awal proyek ini ditargetkan tuntas pada 2026, untuk mendukung percepatan transisi energi dan produksi panel surya dalam negeri. (DH/KR)