Zelensky: AS minta Ukraina bantu tangkal serangan drone Iran

Jumat, 06 Maret 2026

image

WASHINGTON - Amerika Serikat meminta bantuan Ukraina untuk menghadapi ancaman drone Iran yang menyerang sekutu-sekutunya di kawasan Teluk, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Seperti dikutip BBC, Zelensky menyatakan bahwa sejumlah mitra internasional telah menghubungi Kyiv, termasuk permintaan langsung dari pihak Amerika Serikat.

Ia mengaku telah memberi instruksi agar Ukraina menyediakan sarana yang diperlukan serta mengirim spesialis untuk membantu memperkuat sistem pertahanan terhadap serangan drone.Menanggapi kemungkinan bantuan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington siap menerima dukungan dari negara mana pun. “Saya akan menerima bantuan dari negara mana pun,” ujarnya.

Namun Zelensky menegaskan Ukraina hanya akan membantu jika langkah itu tidak melemahkan pertahanan negaranya sendiri serta memberikan keuntungan diplomatik bagi Kyiv.

Salah satu opsi yang ia usulkan adalah menukar drone pencegat milik Ukraina dengan tambahan sistem pertahanan udara Patriot dari Amerika Serikat untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa perhatian sekutu Barat terhadap Ukraina bisa berkurang. Selain itu, kenaikan harga minyak juga berpotensi menguntungkan Rusia karena menjadi sumber pendanaan penting bagi perang melawan Ukraina.

Meski demikian, Zelensky tampak ingin memanfaatkan krisis tersebut untuk kepentingan nasional Ukraina.

Ia telah berbicara dengan para pemimpin negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait guna menawarkan bantuan dalam melindungi pangkalan militer dan infrastruktur sipil dari serangan Iran.

Ukraina sendiri telah lama menghadapi serangan drone Shahed buatan Rusia yang didasarkan pada desain Iran. Karena pengalaman tersebut, Kyiv dinilai memiliki keahlian teknis dalam menghadapi serangan drone jenis itu.

Zelensky juga menyebut sekitar 800 rudal pencegat Patriot PAC-3 telah digunakan dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah, jumlah yang bahkan melebihi total rudal yang diterima Ukraina sepanjang perang.

Karena itu, ia mengusulkan kerja sama dengan negara mitra untuk mendapatkan tambahan rudal Patriot, sementara Ukraina dapat menyediakan drone pencegat sebagai gantinya.

Langkah ini dinilai berpotensi membuka peluang diplomatik, militer, dan finansial bagi Ukraina sekaligus memperkuat hubungan dengan sekutu Amerika di kawasan Teluk. (DK)