Pembiayaan baru naik 9,3% i 2025, laba BFIN tumbuh 1,1%

Jumat, 06 Maret 2026

image

JAKARTA – PT BFI Finance Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan swasta, mencatatkan laba tumbuh 1,1% secara tahunan menjadi Rp1,58 triliun di tengah perubahan tren perilaku dan daya beli masyarakat sepanjang tahun 2025.

Sejalan dengan kinerja laba, pendapatan BFIN juga bertumbuh, bahkan naik 6,5% menjadi Rp6,7 triliun per akhir Desember 2025.

Hal ini didukung capaian pembiayaan baru yang tumbuh hingga 9,3% sepanjang 2025 menjadi Rp21,9 triliun. Selain itu, piutang kelolaan Perseroan pun naik 8,9%, menyentuh Rp26,3 triliun.

“Hingga Desember 2025, komposisi piutang dikelola didominasi oleh pembiayaan produktif,” ujar manajemen.

Lebih rincinya, porsi piutang modal kerja dan investasi mencapai masing-masing 57,3% dan 17,6% dari total piutang, diikuti piutang pembiayaan multiguna yang mencapai 22%, dan pembiayaan berbasis syariah sebesar 3,1%.

Di sisi lain, meski pembiayaan baru dan piutang kelolaan BFI bertumbuh, rasio pembiayaan tidak lancar (non-performing financing/NPF) bruto justru membengkak dari 1,25% menjadi 1,39%, sedangkan NPF neto naik tipis, dari 0,21% menjadi 0,22%.

Namun, manajemen menegaskan bahwa posisi tersebut masih tetap lebih rendah dibandingkan NPF rata-rata industri yang berada di level bruto 2,51% dan neto 0,77%.

Hingga akhir 2025, total aset BFIN berkembang 1,4% menjadi Rp25,5 triliun dengan total ekuitas Rp10,6 triliun. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing tercatat sebesar 7,9% dan 14,8%. (ZH)