Lengan investasi Grup Salim di Filipina raup laba Rp7 triliun

Senin, 24 November 2025

image

JAKARTA – Metro Pacific Investment Corporation (MPIC), entitas investasi milik Grup Salim yang beroperasi di Filipina, mencetak laba bersih 23,6 miliar peso atau sekitar Rp7 triliun pada sembilan  bulan pertama 2025.

Perolehan itu meningkat 14% secara tahunan, atau dari 20,8 miliar peso pada periode serupa tahun lalu.

Pertumbuhan itu sejalan dengan kinerja pendapatan MPIC yang mencapai 27,2 miliar peso, meningkat 12% secara tahunan.

Dalam keterangan akhir pekan lalu, Manajemen MPIC menyampaikan bisnis pembangkit listrik yang dijalankan oleh Meralco masih jadi kontributor utama, dengan perolehan 17,6 miliar peso atau sekitar 65% dari total pendapatan.

Bisnis penyediaan air bersih yang dijalankan oleh Maynilad mendatangkan pendapatan 5,8 miliar peso. Sementara bisnis jalan tol yang dijalankan lewat Metro Pacific Tollways Corporation menyumbang pendapatan 4,4 miliar peso .

Presiden Direktur dan CEO MPIC, Manuel V. Pangilinan, mengatakan bisnis pembangkit listrik dan air bersih perusahaan mencatatkan hasil yang cukup kuat.

“Sementara bisnis jalan tol menghadapi tantangan jangka pendek, akibat peningkatan biaya pendanaan dan diperkirakan kembali mendapat dukungan momentum setelah konstruksi ruas tol baru rampung,” kata Pangilinan, dalam keterangan resminya.

Menurut data IDNFinancials.com, Grup Salim saat ini mengendalikan 49,9% saham MPIC melalui First Pacific Group—entitas holding investasi yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong.

Di First Pacific, Anthoni Salim menjabat sebagai presiden komisaris sekaligus menguasai 45,2% saham. (KR)