Pendapatan tumbuh, laba bersih CNMA justru turun 3,32% pada 2025

Jumat, 06 Maret 2026

image

JAKARTA – Pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), mencatatkan laba bersih dari Rp704,7 miliar pada 2025, atau turun 3,32% di bandingkan periode tahun yang sama sebelumnya Rp728,9 miliar.Meskipun laba bersih mengalami penurunan, pendapatan CNMA tumbuh sebesar 2,6% menjadi Rp5,86 triliun di 2025, naik dari Rp5,71 triliun pada periode tahun yang sama sebelumnya."Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan," ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3).Suryo menjelaskan bahwa mayoritas pendapatan perseroan berasal dari penjualan tiket sebesar Rp3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp2 triliun, serta pendapatan lainnya senilai Rp298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara."Rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) tercatat meningkat 5,9 persen menjadi Rp25.814, mencerminkan peningkatan daya tarik produk serta kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja perseroan," tutur Suryo.Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatatkan total 85 juta penonton dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3 persen menjadi Rp46.057. Kenaikan ATP ini didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, termasuk The Premiere dan IMAX®.Perseroan juga melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar pada 2025, termasuk kehadiran perdana Cinema XXI di wilayah seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung).Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Dari segi kinerja saham, sejak awal tahun saham CNMA merosot hingga 13,22% ke level Rp105 per lembar. Penurunan saham CNMA sudah terlihat sejak enam bulan terakhir sebesar 21,05% dan turun 3,67% dalam sebulan. (DK