Prabowo raih dukungan dari Pakistan & UEA untuk mediasi konflik Iran
Jumat, 06 Maret 2026

JAKARTA - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat dukungan dari beberapa negara, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA), atas tawarannya untuk memediasi konflik di Iran, kata seorang pejabat.
Seperti dikutip Boomberg, menurut Nusron Wahid, Menteri Agraria Indonesia, Prabowo dan para pemimpin negara mayoritas Muslim sepakat untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Presiden ingin bertemu dengan Iran,” kata Wahid, yang juga anggota senior Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.
“Ia telah menerima dukungan dari beberapa negara Timur Tengah, termasuk Pakistan dan UEA.”
Komentar ini disampaikan usai Prabowo menyelenggarakan buka puasa bersama di Istana Presiden Jakarta, di mana ia berbicara lebih dari tiga jam mengenai pandangannya terhadap konflik di Timur Tengah.
Acara tersebut berlangsung sehari setelah Prabowo makan malam dengan mantan presiden dan sejumlah pemimpin lain untuk menggalang dukungan atas posisinya.
Prabowo sempat mendapat kritik sejak meletusnya konflik, terutama terkait keterlibatannya dalam Board of Peace yang dipimpin Presiden Donald Trump dan tawarannya untuk mengerahkan ribuan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga ulama berpengaruh, minggu ini mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali partisipasi tersebut, demikian juga seorang anggota senior oposisi.
Kritik juga muncul atas keterlambatan ucapan belasungkawa Prabowo setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pertemuan Kamis itu menghadirkan lebih dari seratus pemimpin dari organisasi Islam besar, termasuk MUI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya.
Beberapa peserta meminta pemerintah menunda atau meninjau kembali rencana Board of Peace, sementara pejabat menekankan bahwa tetap terlibat dapat memberi Indonesia peluang untuk mendorong perdamaian.
Menurut Cholil Nafis, Wakil Ketua MUI, Prabowo menyatakan akan menarik Indonesia dari inisiatif tersebut jika tidak lagi mendukung kemerdekaan Palestina.
“Jika bukan untuk Palestina, beliau siap mundur,” kata Nafis menirukan pernyataan presiden.
Prabowo juga menyebut bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bersedia ikut serta dalam kunjungan ke Teheran, kata Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Asshiddiqie menilai perkembangan ini sebagai “berita yang sangat baik,” karena menunjukkan dukungan dari pemimpin Pakistan dan bukan hanya berasal dari Indonesia.
Sharif, melalui postingan di X, menyatakan telah melakukan pembicaraan produktif dengan Prabowo pada Kamis dan sepakat akan “pentingnya pengekangan dan diplomasi baru untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.” (DK)