CEO Deutsche Telekom Timotheus Höttges: Huawei lama tak berisiko

Senin, 24 November 2025

image

JAKARTA - Beberapa hari lal, muncul pembahasan di Uni Eropa tentang kemungkinan pelarangan peralatan jaringan Huawei. Hal ini memicu reaksi dari CEO Deutsche Telekom, Timotheus Hottges, perusahaan induk T-Mobile.Rencana Uni Eropa adalah melarang penggunaan peralatan Huawei dan ZTE di jaringan telekomunikasi, seperti antena, router, dan sistem inti.Tujuannya adalah menjaga keamanan jaringan, karena kekhawatiran soal kedekatan Huawei dengan pemerintah Beijing dan potensi spionase atau sabotase.Seperti dikutip phonearena.com, semua negara anggota Uni Eropa berpotensi dipaksa mengikuti aturan ini atau menghadapi sanksi.Namun, menurut Hottges, peralatan Huawei yang tersisa di jaringan, terutama antena dan komponen non-kritis lainnya, tidak menimbulkan risiko keamanan.Bagian jaringan yang menangani data sensitif, seperti jaringan optik, jaringan koneksi, dan arsitektur inti, sudah bebas dari teknologi China.Menurut Höttges, komponen non-inti Huawei bersifat pasif dan tidak berinteraksi dengan data sensitif.Dengan demikian, keberadaannya tetap memungkinkan jaringan berjalan efisien tanpa menimbulkan risiko, sehingga penghapusan penuh dianggap tidak perlu dan mahal.Jika larangan UE benar-benar diterapkan, hal ini menjadi pengingat akan kerapuhan infrastruktur telekomunikasi.Mengganti peralatan yang aman tapi non-kritis bisa menimbulkan biaya besar, dan meski pengguna T-Mobile di AS tidak langsung menanggungnya, keputusan regulasi di luar negeri tetap dapat berdampak signifikan pada industri dan anggaran operator. (DK)