Perang Iran tak kunjung reda, IHSG berada di pekan terburuk
Jumat, 06 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di zona merah pada perdagangan Jumat (6/3) hari ini, dengan koreksi 1,62% atau 124,85 poin ke 7.585,69.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp17,78 triliun, yang melibatkan perdagangan 34,18 miliar lembar saham.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan IHSG hari ini, akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang tak kunjung reda meskipun telah memasuki hari ketujuh.
Laporan Bloomberg menyebut situasi di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi perdagangan minyak global, nyaris ditutup total. Situasi ini pun mendorong harga minyak mentah WTI naik 4,69% ke US$84,81 per barel, sementara minyak brent naik 2,38% ke US$87,44 per barel.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG saat ini telah berada di bawah MA5 dan MA20, “yang mengindikasikan tekanan jangka pendek masih berlanjut.”
Seluruh indeks sektoral kompak melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor industri yang mencapai 3,37%.
Kinerja pasar saham hari ini menambah penurunan IHSG mencapai 7,89% dalam sepekan. Ini merupakan penurunan mingguan paling dalam bagi IHSG sejak awal tahun, serta lebih dalam dibanding penurunan akibat gejolak MSCI akhir Januari lalu.
Indeks saham di kawasan emerging market Asia bergerak campuran. Hang Seng memimpin dengan kenaikan 1,72% dan KOSPI naik tipi 0,02%. Sedangkan indeks saham utama di Thailand, Taiwan, Filipina, dan India kompak melemah.
Nilai tukar rupiah terpantau 0,12% ke Rp16.925 per dolar AS, menyusul pelemahan mata uang lain seperti ringgit, rupee, won, dan baht. (KR)