Laba emiten Boy Thohir anjlok 37,89% jadi Rp4,5 triliun

Sabtu, 07 Maret 2026

image

JAKARTA  Emiten tambang Boy Thohir, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat penurunan laba bersih signifikan pada tahun 2025, anjlok 37,89% menjadi US$271,21 juta atau Rp4,5 triliun (kurs JISDOR Rp16.666 per dolar AS). Sejalan dengan penurunan tersebut, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat sebesar US$0,044.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$972,95 juta, turun 15,70% dari US$1,15 miliar pada 2024. Pendapatan tersebut didominasi segmen pertambangan sebesar US$968,80 juta, sementara segmen jasa lainnya menyumbang US$14,93 juta.

Beberapa pelanggan utama menyumbang lebih dari 10% dari total pendapatan konsolidasian. AIS mencatat transaksi US$477,52 juta, naik 5,58% dari US$452,28 juta pada periode sebelumnya. PT Risun Wei Shan Indonesia mencatat transaksi US$81,29 juta, turun 46,84% dari US$152,91 juta. Posco International Corporation mencatat transaksi US$53,61 juta, turun 59,54% dari US$132,49 juta.

Total kontribusi dari ketiga pelanggan tersebut mencapai US$612,42 juta, turun 16,98% dibandingkan US$737,69 juta pada periode sebelumnya. Di sisi lain, beban pokok pendapatan tercatat US$577,68 juta pada 2025, naik 0,22% dari US$576,39 juta pada 2024.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai US$2,89 miliar pada akhir 2025, meningkat 39,61% dibandingkan US$2,07 miliar pada akhir 2024. Ekuitas tercatat US$1,72 miliar pada akhir 2025, naik 14,67% dari US$1,50 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat US$1,17 miliar pada akhir 2025.(DH)