Risiko harga emas anjlok kecil, UBS beri saran apa bagi nvestor?

Sabtu, 07 Maret 2026

image

JAKARTA – Bank investasi global UBS menyarankan kliennya untuk menjual perlindungan terhadap risiko penurunan harga emas dan perak di tengah meningkatnya volatilitas pasar akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Strategi ini pada dasarnya berarti investor menjual kontrak yang memberi hak kepada pihak lain untuk menjual emas pada harga tertentu. Sebagai imbalannya, investor menerima premi dengan asumsi harga emas tidak akan turun melewati level tersebut dalam jangka pendek. Dengan kata lain, UBS menilai harga emas dan perak kemungkinan tetap tinggi atau stabil, sehingga investor dapat memperoleh tambahan pendapatan dari premi opsi.

Menurut UBS, kemungkinan harga kedua logam mulia tersebut turun tajam hingga menembus level kunci dalam waktu dekat relatif terbatas.

Dikutip dari Investing (6/3), meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong investor kembali memburu aset safe haven seperti emas dan perak. Kondisi pasar yang bergejolak juga memicu lonjakan volatilitas di pasar opsi, sehingga membuka peluang strategi perdagangan berbasis derivatif.

UBS tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap emas. Bank tersebut menilai faktor-faktor makroekonomi masih mendukung kenaikan harga logam mulia tersebut.

“Kami mempertahankan pandangan positif terhadap emas, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga dari waktu ke waktu, dolar AS yang lebih lemah, serta permintaan berkelanjutan dari bank sentral,” tulis para ahli strategi UBS yang dipimpin oleh Dominic Schnider.

UBS bahkan menargetkan harga emas dapat mencapai US$6.200 per ounce dalam beberapa bulan mendatang.

Alih-alih berspekulasi pada penurunan harga, UBS lebih memilih strategi yang memberikan keuntungan apabila harga tetap berada di atas level tertentu.

“Dengan pandangan harga ini, kami ingin menjual risiko penurunan harga logam di bawah US$4.700 per ounce selama satu bulan ke depan,” tulis bank tersebut.

Strategi ini biasanya dilakukan melalui penjualan opsi put, yang memungkinkan investor memperoleh premi sambil bertaruh bahwa harga emas akan tetap berada di atas ambang tersebut dalam jangka pendek.

Pandangan serupa juga disampaikan UBS untuk perak. Bank tersebut menilai faktor fundamental masih mendukung kenaikan harga logam tersebut meskipun pasar tengah bergejolak.

“Kami yakin faktor-faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga perak tetap utuh,” kata UBS.

Faktor pendorong tersebut antara lain suku bunga nominal dan riil yang lebih rendah, meningkatnya kekhawatiran terhadap utang global, pelemahan dolar AS, serta prospek pertumbuhan ekonomi global yang tetap kuat pada 2026.

UBS juga mencatat volatilitas opsi perak melonjak hingga sekitar 70%, sehingga menciptakan peluang strategi perdagangan di pasar derivatif.

“Oleh karena itu, kami ingin menjual risiko penurunan harga logam di bawah US$65 per ounce selama satu bulan ke depan,” tulis bank tersebut. (DH)