Inggris siap kirim kapal induk HMS Prince of Wales ke Timur Tengah
Minggu, 08 Maret 2026

JAKARTA - Inggris sedang menyiapkan sebuah kapal induk untuk kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah, dengan memangkas waktu kesiapan berlayar menjadi lima hari.
Seperti dikutip, Sky News (Sabtu/7/3), percepatan waktu kesiapan bagi HMS Prince of Wales berarti kapal raksasa tersebut dapat merespons lebih cepat jika keputusan untuk memobilisasikannya diambil.
Para awak kapal juga telah diberi peringatan tentang kemungkinan penugasan setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, menurut sebuah sumber.
Langkah ini tidak berarti bahwa kapal perang tersebut—yang membawa jet tempur F-35 dan harus dikawal oleh berbagai kapal lain serta sebuah kapal selam—pasti akan dikirim untuk memperkuat pertahanan Inggris di Teluk dan sekitar Siprus. Namun, hal ini memberi Perdana Menteri Inggris lebih banyak pilihan untuk menggerakkannya dengan lebih cepat jika dianggap perlu.
HMS Prince of Wales bermarkas di Portsmouth. Sebelumnya kapal ini berada dalam status kesiapan berlayar dalam waktu 10 hari. Kini status tersebut dipersingkat menjadi kesiapan berlayar dalam waktu lima hari.
Seorang Juru Bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: “Kami telah memperkuat kehadiran militer Inggris di Timur Tengah sejak Januari."
Inggris juga sudah mengerahkan berbagai kemampuan untuk melindungi warga Inggris dan sekutu kami di kawasan, termasuk jet Typhoon, jet F-35, sistem pertahanan udara, serta tambahan 400 personel ke Siprus.
Sejak serangan-serangan dimulai, jet Inggris telah berada di udara untuk menembak jatuh drone. Selain itu, Inggris juga mengirimkan aset tambahan ke kawasan untuk semakin memperkuat pertahanan udara kami, termasuk lebih banyak jet Typhoon dan helikopter Wildcat dengan rudal penghancur drone.
“HMS Prince of Wales selalu berada dalam tingkat kesiapan yang sangat tinggi, dan kami kini meningkatkan kesiapan kapal induk tersebut dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk berlayar menuju penugasan apa pun.”
Salah satu dari dua kapal induk milik Inggris telah ditempatkan dalam status kesiapan tinggi untuk berlayar dari Portsmouth, menurut informasi yang diperoleh BBC.
Menurut BBC, (Sabtu (7/3), mengutip sumber pertahanan Inggris, para awak HMS Prince of Wales telah diberitahu bahwa mereka harus siap berangkat dalam waktu lima hari, kata sumber-sumber pertahanan.
Hal ini dapat memunculkan spekulasi bahwa kapal induk tersebut mungkin akan dikerahkan ke wilayah Mediterania untuk membantu melindungi kepentingan Inggris yang terancam selama konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, status “kesiapan berlayar” kapal tersebut adalah 14 hari. Sementara itu, lebih banyak pesawat pengebom B-1 Lancer milik Amerika Serikat telah tiba di RAF Fairford.
Pemerintah dituduh tidak bertindak cukup cepat untuk melindungi Siprus dari drone dan rudal musuh.
Perdana Menteri Sir Keir Starmer membantah bahwa Inggris tidak siap menghadapi konflik tersebut. Ia mengatakan bahwa Inggris telah mulai menempatkan aset-aset militernya di kawasan itu sejak awal tahun ini, terutama di Qatar dan Siprus, bersama Amerika Serikat dan sekutu lainnya.
Sumber-sumber pertahanan mengatakan bahwa 400 personel tambahan Inggris telah dikirim dalam beberapa minggu terakhir untuk mendukung kegiatan pertahanan udara di berbagai pangkalan Inggris di Siprus. (YS)