USS Abraham Lincoln dekati Teluk Persia, Amerika perluas serang Iran?
Minggu, 08 Maret 2026

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Iran akan “dipukul sangat keras” pada hari Sabtu, dan bahwa ia sedang mempertimbangkan memperluas wilayah serta kelompok orang yang menjadi sasaran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
“Hari ini Iran akan dipukul sangat keras. Saat ini sedang dipertimbangkan secara serius penghancuran total dan kematian tertentu bagi wilayah-wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target hingga saat ini, karena perilaku buruk Iran,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/3), waku AmerikaSerikat.
Ia juga mencatat bahwa Iran telah meminta maaf kepada negara-negara tetangganya atas serangan yang dilakukannya terhadap mereka, yang oleh Trump gambarkan sebagai sebuah bentuk penyerahan diri.
Sementara itu, lokasi kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) ditemukan melalui citra satelit Sentinel-2 yang diambil pada 7 Maret pukul 06.27 UTC berada di dekat perairan Oman, dekat Teluk Persia.
USS Abraham Lincoln adalah raksasa bertenaga nuklir sepanjang 330 meter, dengan 70 pesawat jet, dapat beroperasi di laut tanpa pengisian bahan bakar selama lebih dari 20 tahun.
Trump kembali menegaskan tuntutannya agar memiliki peran dalam memilih pemimpin tertinggi baru Iran, sebuah gagasan yang ditolak oleh Amir Saeid Iravani.
Sementara itu, para ulama garis keras menyerukan pemilihan cepat pemimpin tertinggi baru, dilaporkan media Iran pada hari Sabtu. Hossein Mozafari, salah satu anggota Assembly of Experts yang beranggotakan 88 orang, lembaga ulama yang bertugas memilih pemimpin berikutnya, dikutip mengatakan bahwa majelis tersebut dapat bertemu dalam 24 jam ke depan untuk mengambil keputusan.
“Kesediaan Presiden Masoud Pezeshkian untuk melakukan de-eskalasi di kawasan kami, dengan syarat wilayah udara, wilayah darat, dan perairan negara-negara tetangga tidak digunakan untuk menyerang rakyat Iran, hampir seketika digagalkan oleh salah tafsir Presiden Trump terhadap kemampuan, tekad, dan niat kami,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah pernyataan.
“Jika Tuan Trump menginginkan eskalasi, itulah tepatnya hal yang telah lama dipersiapkan oleh Angkatan Bersenjata kami yang kuat, dan itulah yang akan ia dapatkan.”
>> Apa itu citra satelit Sentinel-2?
Sentinel-2 adalah sistem satelit milik European Space Agency (ESA) yang menyediakan gambar optik dan inframerah beresolusi tinggi dari permukaan Bumi.
Sistem ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti:
Satelit Sentinel-2 mengambil gambar dalam 13 pita spektral, yang memungkinkan analisis lingkungan dan penggunaan lahan secara sangat rinci. Data dari satelit ini banyak digunakan oleh pemerintah, peneliti, dan industri untuk pengambilan keputusan dan penelitian. (YS/MT)