Skytrax turunkan rating GIAA jadi bintang 4, apa strategi manajemen?
Minggu, 08 Maret 2026

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menanggapi penurunan peringkat kualitas layanan maskapai dari bintang lima menjadi bintang empat oleh lembaga pemeringkat penerbangan global Skytrax.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen GIAA, menyampaikan bahwa hasil penilaian Skytrax menunjukkan standar produk yang disediakan Garuda Indonesia tidak lagi memenuhi kriteria maskapai bintang lima.
Penurunan peringkat tersebut mencakup aspek layanan kabin hingga performa awak kabin yang terdampak selama periode restrukturisasi perusahaan.
Manajemen, menyatakan perseroan saat ini menjalankan program transformasi layanan secara menyeluruh sebagai bagian dari pembenahan mendasar terhadap berbagai titik layanan penumpang.
“Sejalan dengan program transformasi layanan, perseroan tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap peningkatan secara menyeluruh,” tulis manajemen GIAA dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (6/3).
Manajemen, menegaskan bahwa perubahan peringkat tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun aktivitas bisnis perusahaan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengupayakan kembali status bintang lima, GIAA melakukan sejumlah inisiatif perbaikan, antara lain penyegaran layanan darat di bandara, renovasi ruang tunggu penumpang, serta pengembangan layanan digital.
Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia juga memastikan kondisi finansial tidak terpengaruh oleh penilaian Skytrax tersebut. Perusahaan saat ini memfokuskan langkah pada penguatan brand equity sebagai maskapai full service carrier.
Perseroan memproyeksikan 2026 sebagai periode percepatan transformasi layanan, seiring konsolidasi berkelanjutan yang dijalankan untuk memperkuat kinerja operasional dan meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang. (DH)