Marco Rubio: Pembicaraan dengan Ukraina dan Eropa produktif
Senin, 24 November 2025

JENEWA - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai pembicaraan damai antara delegasi AS, Ukraina, dan pejabat Eropa di Jenewa berlangsung yang paling produktif dan bermakna sejak keterlibatan AS dalam proses ini.Pertemuan itu membahas rencana damai kontroversial AS yang diajukan ke Kyiv pekan ini, meski beberapa pihak menilai ketentuan rencana tersebut bisa dianggap menyerah bagi Ukraina.Seperti dikutip abcnews.go.com, Sabtu (23/11), Rubio menekankan bahwa setiap kerangka kesepakatan harus disetujui oleh presiden kedua negara, namun ia merasa yakin proses ini akan berhasil.Delegasi AS termasuk Rubio, Sekretaris Angkatan Darat Daniel P. Driscoll, Duta Besar AS untuk Ukraina Julie Davis, Jared Kushner, serta pejabat militer dan diplomatik senior lainnya.Pertemuan formal tambahan dijadwalkan untuk menindaklanjuti pembahasan awal yang dianggap “positif dan konstruktif.”Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut masih ada ruang untuk negosiasi, meski pada kesempatan lain ia mengkritik Ukraina dan sekutunya di Eropa karena dianggap kurang menghargai upaya AS, sambil menyoroti pembelian minyak Rusia oleh Eropa.Delegasi Ukraina, termasuk kepala kantor Presiden Andriy Yermak dan kepala Dewan Keamanan Nasional Rustem Umerov, menyatakan pertemuan berlangsung konstruktif dan mencakup sejumlah prioritas nasional Ukraina.Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menekankan pentingnya hasil praktis yang mendekatkan Ukraina dan Eropa menuju perdamaian dan keamanan yang dapat diandalkan, sambil menegaskan bahwa Rusia adalah pihak yang memulai dan mempertahankan perang.Zelenskyy juga menekankan pentingnya memperkuat pertahanan udara Ukraina di tengah serangan drone Rusia, dan mendorong percepatan implementasi kesepakatan internasional terkait sistem pertahanan udara dan pasokan rudal.Sementara itu, laporan menyebut AS berencana menggelar pertemuan terpisah dengan delegasi Rusia, meski lokasi dan detailnya belum diumumkan.Ancaman penghentian bantuan AS kepada Ukraina jika kesepakatan tidak disetujui juga dilaporkan, termasuk pasokan rudal pertahanan udara dan intelijen.Zelenskyy menegaskan bahwa diplomasi yang diperbarui ini penting untuk menghentikan pertumpahan darah dan memastikan perang tidak kembali menyala. (DK)