Harga minyak kembali melonjak, IHSG potensi jebol 7.500
Senin, 09 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penurunan pada perdagangan pekan ini, serta menembus level 7.500 hingga 7.250 akibat minimnya sentimen positif.
Analis Phintraco Sekuritas menilai investor akan cenderung mengamati inflasi di Amerika Serikat (AS) akibat data Non Farm Payroll (NFP) yang melandai, serta lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
Sementara di dalam negeri, imbuh analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan hari ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi. Beberapa di antaranya termasuk Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), data penjualan ritel, dan kinerja penjualan otomotif.
“IHSG diperkirakan kembali uji level 7.480. Jika tembus berpeluang menguji support berikutnya di 7.250-7.300,” kata analis Phintraco.
Pekan lalu, IHSG tutup di level 7.585 setelah turun 1,62%. Pelemahan ini menambah tekanan dan membuat penurun IHSG turun 7,89%.
Posisi tersebut berada di bawah MA5 dan MA20, yang menunjukkan rata-rata harga dalam 5-20 hari perdagangan terakhir. “Tekanan jangka pendek masih berlanjut, diperkuat oleh pelebaran negatif slope,” jelas analis Phintraco.
Di luar sentimen domestik, harga minyak mentah dibuka melonjak lebih dari 20% dan sempat berada di atas US$107 per barel untuk brent dan WTI (West Texas Intermediate), pada pembukaan perdagangan Senin.
Laporan Bloomberg menyebut lonjakan itu terjadi akibat situasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melawan Israel, tidak kunjung membaik dan mengarah pada gencatan senjata dalam waktu dekat
Kontrak berjangka untuk S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite turun lebih dari 1,5%.
Harga emas di pasar spot turun 0,95% ke US$5.122 per troi ons. Sedangkan kontrak berjangka emas untuk satu bulan turun tipis 0,05% ke US$5.156 per troi ons. (KR)