Tingkat default kredit swasta AS pecah, Fitch catat rekor 9,2% di 2025

Senin, 09 Maret 2026

image

JAKARTA — Tingkat gagal bayar pinjaman di pasar kredit swasta Amerika Serikat mencapai rekor baru pada 2025. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mencatat tingkat default meningkat menjadi 9,2%, tertinggi sejak pemantauan dilakukan.

Dikutip dari Reuters (6/3), dalam laporan yang dirilis Jumat, Fitch memantau 302 perusahaan yang memiliki utang di pasar kredit swasta dan menemukan 38 kasus gagal bayar dari 28 peminjam. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 8,1% pada 2024.

Mayoritas gagal bayar terjadi pada perusahaan berskala lebih kecil, khususnya penerbit dengan pendapatan sekitar US$25 juta atau kurang. Kasus default tersebut tersebar di berbagai sektor industri.

Perusahaan yang dipantau Fitch sebagian besar merupakan perusahaan kelas menengah dengan pendapatan hingga US$100 juta dan utang beredar sekitar US$500 juta atau kurang.

Fitch mencatat bentuk gagal bayar yang terjadi mencakup pengajuan kebangkrutan maupun pertukaran utang bermasalah (distressed debt exchange), yakni kesepakatan restrukturisasi utang antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Temuan ini muncul di tengah aksi jual saham perusahaan sektor perangkat lunak, yang selama ini menjadi salah satu peminjam utama di pasar kredit swasta. Meski demikian, Fitch tidak mencatat adanya gagal bayar di sektor tersebut sepanjang 2025.

Laporan tersebut juga menyoroti struktur pinjaman kredit swasta yang sebagian besar menggunakan suku bunga mengambang, yang terkait dengan suku bunga dana federal AS yang bertahan tinggi dalam tiga tahun terakhir.

“Struktur permodalan dalam portofolio PMR (private monitored rating) cenderung didominasi oleh suku bunga mengambang dengan lindung nilai suku bunga yang minimal,” tulis penulis laporan tersebut. “Hal ini membuat arus kas perusahaan sangat rentan terhadap kenaikan suku bunga.” (DH)