Laba ULTJ tembus Rp1,35 triliun di tengah penurunan penjualan
Senin, 09 Maret 2026

JAKARTA - Emiten produsen susu Ultramilk, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 sebesar 19,06% secara tahunan menjadi Rp1,35 triliun.
Sejalan dengan itu, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat sekitar Rp130 per saham, naik dari Rp121,71 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, Perseroan justru mencatat penurunan penjualan sebesar 1,2% menjadi Rp8,76 triliun hingga akhir 2025.
Penjualan di pasar domestik, yang mewakili 99,7% total penjualan bruto, melambat hingga 1,44%, namun ekspor justru melesat hingga 52%.
Lesunya penjualan diimbangi penyusutan beberapa pos beban, termasuk beban penjualan yang turun 24,9%, serta beban administrasi dan umum 5,1%.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain neto tercatat ambles 60,2% menjadi Rp8,2 miliar. Lebih rincinya, pendapatan sewa dari pihak afiliasi tercatat naik 0,5%, namun pendapatan dari penjualan barang bekas turun 40,4%, sedangkan rugi penjualan dan kematian hewan ternak membengkak 3,9%.
Namun, ULTJ tak lagi mencatat kerugian dari perubahan nilai wajar hewan ternak pada tahun 2025, sehingga laba usaha mampu naik 16,4% menjadi Rp1,7 triliun.
Hingga akhir 2025, total aset ULTJ meningkat 9,34% menjadi Rp9,25 triliun, dengan kas dan setara kas juga meningkat 4,64% menjadi Rp3,16 triliun. (DH/ZH)