Empat saham LQ45 tetap unggul meski IHSG merosot 3,27%
Senin, 09 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal rebound dan menutup perdagangan Senin (9/3) hari ini di zona merah, dengan penurunan 3,27% ke level 7.337,37.
Indeks sempat menyentuh level terendah di 7.156, yang merupakan level intraday tertinggi dalam 7 bulan terakhir.
Indeks saham lain di Indonesia seperti ISSI turun 3,65, JII turun 4,02%, dan LQ45 turun 3,28%. Seluruh indeks sektoral juga melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor transportasi yang mencapai 5,22%.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp23,88 triliun, melibatkan perdagangan 46,8 miliar lembar saham. Sebanyak 708 saham mencatat penurunan harga, 68 saham menguat dan 41 saham stagnan.
Dari 68 saham yang mencatat kenaikan harga, empat di antaranya merupakan konstituen LQ45. Keempatnya adalah PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
ITMG memimpin di jajaran LQ45 dengan kenaikan harga saham 4,91%. Sementara harga saham AADI naik 1,46%, BBNI naik 0,47%, dan AKRA naik 0,40%.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut pergerakan IHSG awal pekan ini belum menunjukkan tanda-tanda adanya pemulihan, di tengah tekanan dari harga minyak dan perang Iran.
“IHSG diperkirakan berpotensi menguji kembali level 7.200-7.300, jika masih cukup kuat ada peluang menguji resistance di 7.400-7.480,” kata analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan setelah penutupan perdagangan.
Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, indeks saham paling terpuruk di kawasan emerging Asia Pasifik hari ini adalah KOSPI, yang melemah 5,96%. PSEi Filipina turun 4,97%, KLCI Malaysia melemah 2,55%, dan SET Thailand turun 2,36%.
Di pasar uang, mayoritas mata uang Asia kalah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang mendapat dukungan dari indeks dollar (DXY) 0,44%. (KR)