Telkom bersiap lepas bisnis kesehatan AdMedika ke Fullerton Health
Selasa, 10 Maret 2026

JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) Tbk (TLKM) berencana melepas seluruh sahamnya di PT Administrasi Medika (AdMedika), bisnis layanan kesehatan yang dimiliki lewat PT Multimedia Nusantara (TelkoMetra).
Dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (9/3) kemarin, TelkoMetra telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan Fullerton Helath, grup asal Singapura yang telah beroperasi di Indonesia.
Direktur Utama TelkoMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, mengatakan penandatanganan CSPA dengan Fullerton Health menandai divestasi penuh AdMedia Grup, sesuai keputusan terukur dan pertimbangan bisnis yang komprehensif.
“Sejalan dengan langkah transformasi Telkom Group untuk perkuat fokus pada core business, serta penciptaan nilai jangka panjang,” jelas Pramasaleh, dalam keterangan resminya.
Sementara Group CEO Fullerton Health, Ho Kuen Loon, menyebut akuisisi AdMedia merupakan komitmen untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi di bidang layanan kesehatan di Indonesia.
“Kami memandang akuisisi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia maupun kawasan regional,” jelas Ho Kuen Loon.
Tidak disebutkan berapa nilai kesepakatan awal atas rencana divestasi penuh AdMedia kepada Fullerton Health. Namun berdasarkan laporan Bloomberg pertengahan 2025 lalu, TLKM disebut tengah menjajaki divestasi AdMedia seharga US$100 juta atau sekitar Rp1,68 triliun (asumsi kurs Rp16.876 per dolar Amerika Serikat).
Sebagai catatan, AdMedika adalah bisnis yang diakuisisi oleh TLKM pada 2010, dengan fokus bisnis Third Party Administrator (TPA) dan memiliki jaringan terbesar di Indonesia untuk solusi pengelolaan klaim, manajemen jaringan provider, serta layanan kesehatan digital yang terintegrasi.
Sementara itu Fullerton Health berdiri pada 2010 sebagai penyedia solusi layanan kesehatan di wilayah Asia Pasifik, serta telah beroperasi di 9 negara.
Fullerton Health dikendalikan oleh RRJ Capital, private equity yang fokus di pasar Asia dan berbasis di Singapura. Adapun pendiri dari RRJ Capital adalah Richard Ong, investor ternama asal Malaysia. (KR)