Perang Iran picu inflasi, harga emas turun lebih dari 1%
Selasa, 10 Maret 2026

JAKARTA - Harga emas dunia melemah lebih dari 1% pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi di tengah kekhawatiran inflasi akibat konflik di Timur Tengah.
Dikutip reuters, berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 1,5% menjadi US$5.091,62 per ons pada pukul 13.40 waktu New York. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,1% di US$5.103,70 per ons.
Tekanan terhadap emas datang dari penguatan dolar AS yang terjadi seiring lonjakan harga minyak yang mendekati US$120 per barel. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi sekaligus mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset likuid.
“Kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dipicu oleh ketidakpastian perang membebani harga emas, tetapi konflik yang berkepanjangan juga diperkirakan akan mempertahankan permintaan aset aman dan memberikan batas bawah bagi harga emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.
Konflik di Timur Tengah juga meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global setelah militer Israel melancarkan serangan di wilayah Iran tengah serta menyerang ibu kota Lebanon, Beirut. Konflik tersebut dilaporkan turut menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Di sisi lain, pasar menunggu sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, termasuk indeks harga konsumen (CPI) Februari yang akan dirilis Rabu serta indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat yang menjadi indikator inflasi utama Federal Reserve.
“Jika kita mendapatkan angka inflasi yang tinggi minggu ini, maka itu benar-benar akan menempatkan Federal Reserve dalam dilema. Hal itu dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut pada harga emas,” ujar Wyckoff.
Pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pada 17–18 Maret, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 0,2% menjadi US$84,18 per ons, sementara platinum naik 1,1% ke US$2.158,02 dan palladium menguat 2,4% menjadi US$1.663,79 per ons.(DH)