Laba ADRO milik Boy Thohir ambles 67,5% ke US$447 juta pada 2025
Selasa, 10 Maret 2026

JAKARTA – PT Alamtri Resoruces Indonesia Tbk (ADRO), emiten milik Garibaldi “Boy” Thohir dan Grup Saratoga, mencetak laba bersih US$447 juta pada tahun buku 2025.
Perolehan itu turun 67,5% secara tahunan atau dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,38 miliar. Dengan penurunan ini, laba per saham dasar ADRO pun menyusut ke US$0,01526 per lembar.
Rendahnya laba bersih ADRO sejalan dengan kinerja pendapatan yang melemah 10% secara tahunan, menjadi US$1,87 miliar pada 2025.
Selain itu ADRO mencatat adanya bisnis yang dihentikan pada 2025, di mana bisnis ini pada 2024 menyumbang laba US$918,6 juta kepada ADRO.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan ADRO meningkat 2,67% menjadi US$1,23 miliar pada 2025. Peningkatan beban pokok pendapatan ini terjadi di lini bisnis pertambangan dan jasa pertambangan sekitar 5% secara tahunan.
Bisnis pertambangan dan jasa pertambangan masih jadi kontributor utama pendapatan ADRO di 2025, dengan perolehan masing-masing US$968,8 juta dan US$1 miliar.
Berdasarkan area penjualan, ADRO tetap mengandalkan pasar domestik sebagai penopang pendapatan. Sekitar 64,5% atau US$1,2 miliar pendapatan perseroan pada 2025, bahkan berasal dari dalam negeri.
Sisanya merupakan pendapatan ekspor ke Singapura, Korea, India, China, dan Jepang.
Laporan keuangan terbaru juga menunjukkan AADI masih memegang sejumlah kontrak jangka panjang, meskipun dengan entitas afiliasinya sendiri. Beberapa di antaranya termasuk kontrak dari PT Adaro International, PT Semesta Centramas, PT Paramitha Cipta Sarana, dan PT Adaro Logistics.
Dari entitas berelasi itu, ADRO mendapat kontrak dengan durasi 10 hingga 33 tahun untuk beragam pekerjaan. Mulai dari sewa alat berat, stripping, tambang batu bara, dan jasa transportasi bahan bakar.
Hingga akhir Januari 2026, PT Adaro Strategic mengendalikan 47,79% saham ADRO. Sejumlah investor yang terafiliasi dengan perusahaan memiliki 10,91%, Boy Thohir memegang 6,72% saham, Edwin Soeryadjaja dari Grup Saratoga memiliki 3,57%, dan Arini Saraswaty memiliki 0,27% saham. (KR)